Sudah Dikontak Investor Cina, Cawali Surabaya Ini Bakal Bentuk Infrastruktur

Abadikini.com, SURABAYA – Bakal Calon Walikota (Bacawali) dalam Pilwali Surabaya 2020, Eddy Tarmidji Widjaja aktif giat membuat dan mengikuti Bakti Sosial (baksos) pada semua komunitasnya, khususnya lebih sering ke organisasi lintas agama. Juga terlibat dalam kegiatan komunitas persaudaraan perantau.

Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Nelayan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Timur (DPD PDIP Jatim) ini mempunya visi yang besar untuk kota Surabaya nanti. Membangun infrastruktur besar-besaran dengan dibantu investor dari negara Cina.

“Karena pandangan Menteri BUMN, Erick Thohir merencanakan holding aset yang senilai 8.000 triliun, sedangkan di negara Cina sebesar 338.000 triliun. Ini karena gemar investasi ke luar negeri. Kota Surabaya jangan sampai ketinggalan jauh dengan Singapura, Shanghai, Quanzhou. Yang membentuk MRT dan LRT. Infrastruktur IT dan digital juga harus diperhatikan seperti 5G.

Ini kita harus kerjasama dengan luar negeri. Bukan berarti kita dijajah negara lain, melainkan mereka mau investasi besar tanpa menyentuh APBD,” tukasnya saat ditemui di Starbucks Coffee, Pakuwon Mall, Jl. Mayjen Yono Suwoyo No. 2 Babatan, Surabaya. Senin, (25/11/2019).

Dengan hal seperti ini, lanjut Eddy, Pemerintah Kota (Pemkot) seharusnya welcome pembangunan, ekonomi bisa bergerak, ada yang bekerja, belanja, bisnis, dan sebagainya.

Ia juga sempat berdiskusi dengan para investor Cina yang sudah pernah ke Surabaya. Investor tersebut memperhatikan sampah di Benowo yang menggunung. Mereka siap dan konsep di bidang energi untuk pengolahan sampahnya. Jadi konsep terbarukan angin untuk energi listrik, bisa supply murah pada industri dan home industri. Sehingga stimulus ekonomi Surabaya tidak tertinggal dari kota-kota nasional dan internasional.

“Mereka (investor Cina -red) tidak suka dengan konflik atau politik. Mereka suka bisnis, dan ikut mengaspirasi para pengusaha yang merasa mengurus izin di Indonesia menjadi mudah. Karena aturan hukum juga ketat, birokrasi pun sangat sulit dijangkau. Harus ada lompatan birokasi yang simpel,” ujar pria asli kota Jakarta ini.

Dikatakan lebih lanjut, Walikota Tri Rismaharini membuat banyak taman, bunga dan tabebuya yang bermekaran indah tentu sudah cukup memperindah kota Surabaya. Namun perlu dicatat, hal itu juga harus didorong sebagai pendukung tempat pariwisata, untuk lebih mengembangkan mall dan hotel. Ekonomi akan berjalan di kota metropolitan ini. Dan pemerintah sebaiknya memberikan insentif pada pengusaha atas membantunya izin usaha dengan infrastruktur yang dinikmati semua warga Surabaya.

Saat ditanya mengenai transportasi, Eddy menjawab, Surabaya harusnya memiliki MRT LRT (kendaraan umum), bukan berarti membendung penggunaan mobil. Namun seharusnya lebih efisien bertransportasi umum, gunanya mengurangi kemacetan juga. Ia juga menyarankan supaya kendaraan pribadi tidak banyak digunakan, pajak dan parkir mobil harus dinaikkan.

“Kinerja bu Risma sangat memperhatikan kebersihan kota Surabaya, mulai perindahan pohon Tabebuya, gorong-gorong yang rutin diberishkan, integrasi air PDAM sangat begitu terasa. Namun saya juga menyayangkan masih ada kabel optik yang digali bergantian, kenapa tidak langsung dikerjakan bersamaan. Ini kan harusnya diplanning lebih awal. Supaya tidak terjadi kemacetan di kota Pahlawan ini, “ ucap Komandan Cyber Jokowi mewakili PDIP Jatim di tingkat pusat ini.

Mengenai PKL di Surabaya, Eddy melanjutkan, harus genjot mengedukasi para PKL. Jangan sampai menjual barang dagangannya di sembarang tempat. Ia mengajak PKL itu beralih jualan di online, masuk ke pusat perbelanjaan, dan pasar tradisional, di samping Mall juga bagus. Ini menstimulus ekonomi, pemerintah seharusnya menyediakan pasar tradisional. Supaya pedagang dengan tertib berjualan, tidak semrawut.

“Edukasi itu kita berikan pada seluruh PKL yang ada di Surabaya, mau jualan di pusat perbelanjaan, atau market place, aplikasi Bukalapak bisa berjualan di rumahnya masing-masing. Kan nanti dibantu dengan pengiriman dagang jualannya melalui Go-Send, Go-Food. Hingga pada akhirnya tidak menganggu jalan-jalan kota Surabaya,” usul Eddy.

Ditanya mengenai pengalaman bidang nelayan yang ditugaskan partai mengisi pos disitu, Eddy menuturkan, investor juga mengontak dirinya di dunia perikanan. Investor dan pengusaha ikan siap mengaspirasi mereka pada lingkungan pengusaha bidang perikanan.

Selanjutnya, topik mengenai keputusan Gubernur tentang UMK tahun 2020, Eddy menceritakan, dirinya pernah menjadi pengurus partai di bidang ketengakerjaan, dulu banyak sekali ia menerima aduan dari pengusaha dan pekerja. Ia menyarankan, pengusaha harusnya jangan menekan pekerja dengan upah yang murah. Karena dengan itu, mereka tidak bisa untuk biaya makan dan kebutuhan hidupnya, serta tidak mampu berbelanja.

“Jadi segala sesuatunya harus balance, pekerja juga begitu, jangan minta upah yang besar-besar, pengusaha juga tidak mampu memberi upah yang diinginkan pekerjanya. Perlu aturan mengenai itu harus disempurnakan, juga pemerintah jangan membebani para pelaku usaha. Sebaiknya melakukan musyawarah bersama sehingga menemukan win win solution,” tutur Koordinator Ormas Agama Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Ma’ruf Amin.

Untuk tahap pencetusan nama yang bakal diusung partai PDIP, Eddy menyatakan, itu tergantung Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Biasanya injury time diumumkan, supaya lawan politik tidak mampu melaksanakan stratgeicpenuhnya.

Sementara, bidang kepariwisataan Surabaya juga harus diperhatikan, di negara-negara maju, kotanya memiliki Universal Studio dan Disneyland. Jika ia dipercaya menjadi Walikota Surabaya, akan membuat tempat pariwisata seperti itu. Karena investor sudah siap bekerja sama dengan dirinya. Kan dampak tempat itu, otomatis turis bakal rajin mengunjunginya. Dan mampu menghidupkan ekonomi warga untuk berjualan di sekitarnya.

Di dunia pendidikan, terobosoan Presiden Jokowi mengangkat Mendikbud Nadiem Makarim merupakan pikiran out of the box. Dengan terkenalnya sosok Nadiem sebagai pelaku digital, diharapkan siswa mampu belajar dengan sendirinya melalu internet (Google). Jadi sekreatif mungkin murid ingin mengetahui apa saja yang ingin dipelajarinya.

“Kita beri fasilitas yang lebih mudah untuk mencari ilmu tidak serumit itu. Doktrinan guru juga perlu untuk memantau perkembangan siswanya. Jadi murid tidak menghafal pelajaran juga, melainkan membebaskan siswa mempelajari apa-apa yang diinginkannya. Kemarin Hari Guru Nasional, otomatis yang menjadi permasalahan kesejahteraan para guru harus sangat diperhatikan, itu kuncinya dalam dunia pendidikan,” pungkas Eddy.

Tidak hanya mengajarkan pendidikan, kata Eddy, pengarahan pembelajaran seharusnya konsen pembuatan start up. Sehingga siswa dibentuk jiwa entrepreneurnya. Ini merupakan salah satu visi Menteri Nadiem dengan out of the box supaya di pendidikan, juga mampu melaksanakan pekerjaan.

Jika mendekati Pilkada 2020 yang sesuai aturan harus menunjukan harta kekayaan yang dilaporkan. Eddy yakin 1000 % siap menunjukkan bahwa harta kekayaan bersih dan halal. Karena dirinya belum pernah menjadi Birokrat, ketika ia diamanahkan menjadi orang nomor 1 di Surabaya. Eddy siap memberantas pejabatnya yang tidak bersih.

Dengan topik berikutnya mengenai kampung Dolly, ia bersama Cahyo Negoro mendirikan kampung inggris di Dolly Surabaya. Mengajar warga berbahasa inggris. Kampus pun sudah ada yang kerjasama dengan kampung inggris ini, yang terakhir sudah Mou dengan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo).

“Ini kegiatan edukasi dan sosial yang harus dikembangkan. Pemerintah juga harus memberikan anggaran dan kebijakan untuk pengembangan kampung ini. Selain obyek pendidikan, juga akan menjadi tempat wisata, karena dulunya kampung Dolly tempat seksual,” kata Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) tersebut.

Eddy juga memperhatikan para penyandang disabilitas, dulu dirinya bersama Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), mengadvokasi iuran BPJS kesehatan yang harus diringankan. Perjuangan Eddy sejak tahun 2014, dengan janji-janji Walikota Risma yang belum direalisasikannya. Eddy langsung menyurati bu Risma, dan kemudian pada tahun 2017, Peraturan Walikota (Perwali) mengenai kedisabilitas membayar iuran BPJS kesehatan telah digratiskan.

Sekarang konsen pemberdayaan perempuan dan anak, Eddy jika dipilih menjadi Walikota Surabaya akan membuat Kartu Sayang Perempuan (KSP) ini gunanya sang perempuan ketika hamil sampai melahirkan, kesehatan gizinya terkontrol oleh dokter.

“Karena banyak sekali perempuan yang ketika bayinya lahir dengan ukuran sebotol Aqua, yang ia tahu dilu hanya pacaran dan kencan, belum tahu ilmu berumah tangga dan merawat bayinya, hal-hal yang harus dikonsumsi seperti apa. Ini berbahaya kalo perempuan tidak tahu ilmunya, jadi kartu ini diberikan untuk memperhatikan perempuan yang melahirkan para generasi penerus bangsa. Karena anak kita harus kuat, dan sehat.

Apalagi Kalau sakit-sakitan, kan kasihan juga BPJS Kesehatan bisa jebol terus melayani kesehatan anak-anak kita. Apalagi saya di bidang nelayan di kepengurusan partai, kami sudah berjejaring dengan nelayan ikan tuna, itu kan bagus banyak gizinya. Sehingga generasi kita selanjutnya bisa cerdas dan sehat,” papar Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Lintas Agama Beda Tapi Mesra tersebut.

Supaya meringankan aktivitas perempuan untuk membantu perekonomian keluarga. Eddy membudayakan perempuan harus bekerja di rumah, tidak usah di luar. Ini agar si anak mampu menyerap didikan para orang tua. Eddy akan membuat pelatihan perempuan usaha home industri supaya dipasarkan secara online. Dan ibu bisa tetap fokus merawat dan mendidik anaknya hingga tumbuh besar.

“Dengan semua bidang-bidang kemajuan untuk Kota Surabaya yang sudsh kita bincangkan, saya sebagai pengurus partai mengharapkan bu Mega menunjuk say. Karena Bu Mega pasti akan melirik dan memperhatikan, calon-calon pemimpin daerah yang memiliki elektabilitas tinggi dan dipercaya masyarakat luas. Dia pasti akan menunjuknya untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati/Walikota dalam Pilkada 2020 tersebut,” tutup Wakil Ketua DPD Projo Jatim ini.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close