Djarot Nilai Penambahan Masa Jabatan Presiden Berbahaya, Bisa Kembali ke Zaman Orba

Abadikini.com, JAKARTA –  Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menilai penambahan masa jabatan presiden berbahaya. Menurutnya, akan berpotensi kembali seperti zaman Soeharto.

“Kalau menurut saya sih membahayakan ya. Jadi tidak produktif. Ya boleh-boleh saja. Tetapi produktif tidak? Tetap ya kalau kita tetap seperti sekarang. Dua periode. Tidak tiga periode. Kembali lagi nanti kayak Pak Harto. Pak Harto berapa kali tuh,” ujar Djarot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/11).

Djarot mengatakan seperti dilansir dari Merdeka, penambahan masa jabatan presiden hanya sebatas wacana. Menurutnya, di MPR belum pernah dibahas sama sekali. Djarot mengaku hanya pembicaraan individu saja soal penambahan masa jabatan presiden, tidak ada pembahasan secara formal.

“Jadi belum pernah dibahas terkait penambahan masa jabatan presiden,” kata dia.

MPR Tak Rekomendasikan Penambahan Masa Jabatan

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, secara formal MPR merekomendasikan untuk menghidupkan pokok haluan negara. Tidak ada rekomendasi penambahan masa jabatan presiden.

“Kalau amendemen terbatas itu betul-betul terbatas, hanya ingin menghadirkan pokok-pokok haluan negara. Itu yang direkomendasikan oleh MPR periode lalu. Itu saja. Yang lain-lain itu enggak ada,” jelasnya.

Baca Juga

Back to top button
Close