Ustadz Muda Ini Minta Sukmawati Beristighfar dan Mohon Ampun Kepada Allah SWT

Abadikini.com, JAKARTA – NGOPAS PENTIL: Ngobrol Lepas Tapi Nyentil dengan topik “Akankah Sukmawati Bernasib Sama Seperti Ahok?”. Episode keempat Ngopas Pentil Mengundang Ustadz Achmad Fadillah Sulaeman (Alumni Pesantren Persis No. 69 Jakarta yang juga salah satu dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persatuan Islam Jakarta) dan Fariz Maulana Akbar (Peneliti Hatikhu Indonesia).

Sepekan ini  ucapan Sukmawati Soekarnoputri kembali jadi kontroversi. Pidatonya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno dibawa ke ranah hukum karena dianggap menista agama.

Berdasarkan penelusuran Abadikini.com kurang lebih ada tiga laporan polisi terhadap Sukmawati, 2 diantaranya dari Korlabi dan warga bernama Irvan Noviandana ke Polda Metro Jaya. Sukmawati juga dilaporkan oleh Forum Pemuda Muslim Bima (FPMB) ke Bareskrim Polri. Mereka melaporkan Sukmawati atas tuduhan penistaan agama Pasal 156a KUHP.

Sejumlah tokoh agama buka suara, ramai-ramai memberi saran ke Sukmawati untuk menjaga lisan. Salah satunya adalah ustadz Muda dari  Alumni Pesantren Persis No. 69 Jakarta Achmad Fadillah Sulaeman mengatakan, ada sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa apa yang kau tanam itu yang akan kau tuai, menanam kebaikan tentunya yang akan kita tuai adalah kebaikan begitu pun sebaliknya.

Ustadz Achmad Fadillah Sulaeman (Tengah). Foto: Istimewa/Abadikini.com

“Buat siapun kita, termasuk buat Ibu Sukmawati, Islam mengajarkan kepada kita untuk perkara bicara, mengucap sesuatu, bicara sesuatu adalah “Qul Khoiron Au LiyasmutNgomong yang baik, Ngomong yang benar. kalau enggak bisa, diam lebih baik, kenapa? ini ada hikmahnya,” kata Achmad dalam program Ngopas Pentil di Chanel Youtube Abadikini.com yang dipandu oleh Host Arief Mulyadi pada Sabtu (23/11/2019).

Achmad menjelaskan, kalau kita diarahkan oleh Rosulullah “Qul Khoironberkata yang baik. Ketika kita mampu berkata yang baik maka orang menganggap kita orang berilmu, berwawasan dan lain sebagainya. Kalau omongan yang benar, yang baik, maka kapasitas kita dinilai kearah kapasitas diri yang baik, layak untuk di teladani.

“Tapi Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita juga kalau emang enggak bisa berkata yang baik, lebih baik diam. Maksudnya apa? Islam atas arahan dan ajaran Rosulullah tadi merupakan ajaran yang memang diseting untuk menyelamatkan siapapun dari kesalahan demi kesalahan, wabil khusus kesalahan dalam mengatakan sesuatu sehingga luput dari dosa,” ujarnya.

“Kan kalau enggak ngomong sesuatu yang enggak baik, kan itu kita selamat dari dosa. Tapi kalau kita ngomong sesuatu yang tidak baik itu sudah ngomongnya dosa, bikin orang yang dengar juga dosa,” tambahnya.

Sehingga menurut Achmad, dari ajaran Rasulullah tadi, sebagai umat yang cinta Allah SWT dan Cinta Rasulullah SAW maka jadikanlah apa yang dianjurkan sama Allah dan Rasul itu menjadi acuan kita untuk perkara-perkara yang sederhana maupun perkara-perkara yang luar biasa luasnya.

Ia juga berpesan buat kita semua lebih khusus kepada Ibu Sukmawati. Kalau kita sudah melakukan sesuatu yang tidak baik, apakah perbuatan atau ucapan dan sebagainya, menyadari itu sesuatu kekeliruan, suatu kesalahan itu lebih baik minta maaf.

“Muda-mudahan aja Ibu Sukmawati menyadari kesalahannya dan meminta maaf, beristighfar, mohon ampun kepada Allah SWT atau bahkan sampai taubatan nasuha sehingga Insya Allah, Allah berkenan untuk mengampuni dan memaafkan dari kesalahan-kesalahannya,”

“Dalam sudut pandang Islam orang yang meminta maaf pada kesalahanya bukan akan merendahkan dirinya tapi justru akan memuliakan dirinya pula  dan tentunya akan menghindarkan dia dari siksaan di dunia maupun di akhitar kelak,” pungkasnya.

Lebih Lanjut Tonton Video Dibawah Ini

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close