Korut Mengaku Sudah Tak Tertarik Berunding dengan AS

Abadikini.com, JAKARTA – Korea Utara (Korut) menyatakan tidak tertarik lagi terhadap ajakan pertemuan tingkat tinggi yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Hal itu disampaikan penasihat Kementerian Luar Negeri, Kim Kye Gwan, melalui kantor berita KCNA pada Senin (18/11).

Dikutip dari Associated Press, Kye Gwan menyatakan Korea Utara tidak tertarik terhadap ajakan yang dianggap tidak berguna bagi Korut, karena merasa tidak mendapatkan dampak dan tidak dapat menawarkan apa pun kepada Trump.

Ia kemudian menegaskan AS harus menarik keputusan latihan perang bersama dengan Korea Selatan, yang dianggap berbahaya oleh Korut, jika masih ingin melakukan pertemuan tingkat tinggi tersebut.

“Jika AS tidak ingin melepaskan dialognya dengan kami, dia seharusnya membuat keputusan untuk menarik kebijakannya yang berbahaya yang memandang kami sebagai lawan,” kata Kye Gwan.

Meski menekankan bahwa AS harus menarik kebijakan itu, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan dari cuitan milik Trump yang ditujukan kepada Pemimpin Korut, Kim Jong-un pada Minggu (17/11) pekan lalu. Sebelumnya AS dan Korsel memutuskan untuk menunda latihan perang angkatan udara bersama yang diselenggarakan setiap tahun.

“Anda harus bertindak cepat, selesaikan kesepakatan. Sampai jumpa!” ujar Trump.

Jong-un dan Trump telah bertemu sebanyak tiga kali sejak Juni tahun lalu. Namun, dialog itu mandek sejak pertemuan tingkat tinggi di Hanoi, Vietnam pada Februari lalu yang tidak mencapai kesepakatan akibat ketidaksetujuan atas bantuan sanksi.

Sedangkan pertemuan pada Oktober di Swedia juga tidak membuahkan hasil. Korut telah memberikan waktu tenggat bagi AS untuk membuat tawaran baru sebelum akhir tahun ini.

Pada September, Jong-un sempat memuji Trump yang dianggap berbeda dari para presiden sebelumnya dan menaruh harapan pada keputusan berani Trump.

Akan tetapi, sebulan kemudian Kye Gwan menyebut beberapa pejabat dan pembuat kebijakan terkait Korut dalam pemerintah AS bermusuhan dengan Korut tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut dianggap sangat jelas bertentangan dengan pertimbangan politik dan niat dari Trump.

“Bertentangan dengan pertimbangan politik dan niat dari Presiden Trump, (beberapa pejabat dalam) lingkaran politik dan pembuat kebijakan DPRK (Korut) di dalam pemerintahan AS berbahaya bagi DPRK tanpa alasan,” ujarnya.

Topik Berita

Baca Juga

Berita Terkait

Close
Back to top button
Close