Trending Topik

Ngopas Pentil: Nasdem Jalankan Politik Dua Muka, Riwayat PKS Cukup Oportunis

Abadikini.com, JAKARTA – NGOPAS PENTIL: Ngobrol Lepas Tapi Nyentil “MENYIKAPI PERTEMUAN ANTARA NASDEM dan PKS” Episode Perdana Ngopas Pentil Mengundang Solihin Pure (Politisi Partai Bulan Bintang) dan Fariz Maulana Akbar (Peneliti Hatikhu Indonesia).

Pertemuan antara Surya Paloh Ketum Nasdem dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman beberapa waktu yang lalu di DPP PKS, kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, mengundang sebuah tanda tanya besar ada apa dibalik peristiwa politik tersebut.

Pasalnya, Nasdem dan PKS berseberangan secara politik dalam hal mendukung pasangan calon presiden pada pilpres kemarin, ada yang bilang pertemuan antara Surya Paloh dan Sohibul Iman dalam rangka sebatas silaturahmi, ada juga yang mengatakan bentuk ketidakpuasan setelah pengumuman kabinet kerja jilid II yang diumumkan oleh presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu, jika dilihat dari peristiwa pertemuannya 2 tokoh parpol tersebut memang kental sekali aroma nuansa politiknya untuk persiapan merapatkan barisan di pilpres 2024.

“Jauh dari itu saya melihat disisi Nasdem yang merasa berdarah dan berkeringat memenangkan Jokowi kurang memiliki antusiasme yang signifikan pada porsi pembagian kabinet, bagaimana strategi politik Jokowi yang merangkul Gerindra yang notabene adalah lawan politik pada pertarungan dikontestasi pilpres kemarin lalu apresiasi dan kue kabinet relatif tidak lebih baik pada periode sebelumnya kalau tidak salah Nasdem hanya dapat dua pos menteri, menkominfo dan menteri lingkungan hidup kalau saya lihat dari situ, dan sekarang bisa dikatakan Nasdem sedang menjalankan politik dua muka, yang berawal dari ketidakpuasan dan beberapa mengenai perhitungan peluang-peluang kedepan politik jangka panjang di 2024” tutur Fariz dalam dalam Ngopas Pentil di Chanel Youtube Abadikini.com,Sabtu (2/11/2019) bersama host Arief Mulyadi dengan tema “Mengungkap Misi Terselubung Nasdem Bertemu PKS”.

Fariz menambahkan, “Kita sama-sama tahu PKS ini salah satu partai yang punya riwayat cukup oportunis dalam berbagai kesempatan, kita lihat dalam periode pemerintahan SBY PKS menjalankan peran dua kaki secara formal dalam koalisi, tapi apa menuvernya oposisi nah keuntungan buat PKS hari ini komunikasi dengan Nasdem itu tentu bisa memberikan bocoran-bocoran informasi mengenai diskursus-diskursus mengenai apa yang dibicarakan dan dibahas dalam tubuh koalisi pemerintah dan juga memberikan manuver-manuver, aktraksi-atraksi yang cukup menarik perhatian konstituennya yang memberikan ruang celah untuk bermanuver bagi dia” ungkap Fariz.

“Tapi sebetulnya kalau Nasdem melihat ini sebagai langkah untuk meretas peluang di 2024 masih kepagian, saya pikir ini adalah tindakan rasa tidak nyaman mereka kelompok dari luar koalisi pada saat pilpres itu sendiri masuknya Gerindra membuat PKS tidak nyaman.

Ini sebenarnya bukan sebuah aksi, tapi reaksi, reaksi ini diharapkan bagi mereka akan dipanggil dan dikompromikan sehingga bisa mengupgrade jumlah pos-pos dikubu kabinet dan mungkin barang ini akan hanyut ditelan waktu mungkin pada saat resufle kabinet” lanjut Fariz.

“Kalau bicara kepentingan di 2024 bicara mengenai figur-figur yang ada variabel Anies Baswedan ini adalah salah satu variabel yang dilakukan eksperimen dikaji dibicarakan didiskusikan, karena pada saat memenangkan pilkada DKI ada variabel PKS disitu ini coba dikalkulasi tapi terlalu pagi” tutup Fariz.

Simak selengkanya di Chanel Youtube Abadikini.com di bawah Ini:

Baca Juga

Back to top button