Sebanyak 226 WNI Simpatisan ISIS Disebut Masih Ditahan di Suriah

Abadikini.com, JAKARTA – Sebanyak 226 warga Indonesia simpatisan ISIS termasuk 42 milisi disebut masih menjadi tahanan kelompok Kurdi di utara Suriah.

Menurut sumber pemerintah Indonesia, ratusan WNI itu merupakan bagian dari total 3.000 simpatisan ISIS yang ditahan oleh pasukan Syria Democratic Force (SDF) sejak kejatuhan ISIS di Raqqa pada 2017 lalu.

“Total semua (WNI) ada 226 dengan keluarga. Sekitar 42 (diantaranya) eks milisi ISIS,” kata sumber dari pemerintah Indonesia yang pernah terlibat langsung dalam operasi pemulangan WNI eks simpatisan ISIS pada 2017 lalu melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia yang dilansir Abadikini, Kamis (17/10).

Sumber tersebut menuturkan, dari 3.000 tahanan asing ISIS itu, sebagian besar berasal dari Eropa dan Amerika Serikat.

Meski begitu, pejabat tersebut tak menjelaskan apakah ada WNI simpatisan ISIS yang kabur dari tahanan Kurdi sejak Turki menginvasi wilayah utara Suriah.

Sebab, menurut laporan South China Morning Post, ada sekitar 50 WNI eks milisi ISIS dan keluarganya kabur dari tahanan kelompok Kurdi di utara Suriah.

“Berdasarkan data intelijen kami, sekitar 50 WNI eks milisi ISIS dan keluarganya kabur dari penjara di Suriah. Itu informasi terbaru yang kami dapat,” ucap seorang sumber pejabat penanggulangan terorisme Indonesia kepada SCMP.

Sejak konflik Turki dan pemberontak Kurdi pecah di utara Suriah, setidaknya 800 tahanan ISIS dilaporkan kabur dari sejumlah tahanan di wilayah itu.

Ratusan anggota milisi ISIS itu terdiri dari perempuan dan anak-anak yang berasal dari sedikitnya 54 negara.

Otoritas Kurdi menyalahkan serangan Turki ke utara Suriah atas ratusan keluarga simpatisan ISIS yang kabur tersebut.

Sejak kejatuhan ISIS di Irak dan Suriah tahun lalu, sebanyak 12 ribu militan ISIS bersama keluarganya ditahan di sejumlah kamp penahanan Kurdi di utara Suriah. Sekitar 2.500-3.000 simpatisan ISIS itu merupakan warga asing.

Hingga berita ini diturunkan, Dubes RI di Suriah, Wajid Fauzy, belum menjawab pertanyaan CNNIndonesia terkait jumlah WNI yang ditahan di kamp pasukan Kurdi maupun yang dikabarkan kabur.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close