Luis Milla Diklaim Siap Balik Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Abadikini.com, JAKARTA -Pelatih asal Spanyol, Luis Milla disebut sudah telanjur cinta dengan Indonesia dan siap untuk kembali menjadi pelatih Timnas Indonesia bila dibutuhkan.

Hal itu diungkapkan Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto kepada CNNIndonesia yang dilansir Abadikini, Rabu (16/10). Gatot mengatakan kesiapan Luis Milla untuk melatih Timnas Indonesia didapatkannya dari sumber yang terpercaya.

Gatot mengungkapkan ia sudah mengetahui sejak lama keinginan sejumlah pihak untuk kembali menjadikan Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia.

“Saya dengar dari sumber yang terpercaya yang bersangkutan masih mau menegosiasikan gajinya jika diminta melatih Timnas Indonesia lagi, karena beliau sudah telanjur jatuh cinta dengan Indonesia. Jadi tidak kaku seperti yang dibayangkan,” kata Gatot melalui sambungan telepon.

Luis Milla resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 20 Januari 2017. Mantan pemain Real Madrid dan Barcelona untuk dikontrak PSSI selama dua tahun dengan target lolos ke Piala Asia U-23, membawa pulang medali emas SEA Games 2017 dan lolos sebagai semifinalis di Asian Games 2018.

Namun nyatanya Luis Milla tak mampu menuntaskan tiga target yang dibebankan kepadanya. Di Kualifikasi Piala Asia U-23, Indonesia hanya mampu finis di posisi ketiga, perunggu di SEA Games 2017 dan masuk 16 besar di Asian Games 2018.

Dari 34 laga yang sudah dijalani Luis Milla bersama Skuar Garuda, ia berhasil mencatatkan 14 kemenangan, 11 kekalahan, dan sembilan hasil imbang. Meski gagal mencapai target, penampilan Timnas Indonesia di bawah Milla dianggap memuaskan dari segi permainan.

Namun masalah utama dalam kasus gaji mahal yang dibanderol Luis Milla membuat PSSI kesulitan untuk masalah pembayarannya.

Setelah era Bima Sakti sebagai carateker, PSSI secara resmi akhirnya menunjuk Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan target lolos fase grup Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sayangnya, dari empat pertandingan di Grup G Zona Asia belum sekalipun Skuat Garuda meraih kemenangan.

Kekalahan perdana didapat ketika menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan 2-3. Kemudian ditekuk Thailand 0-3, kalah 0-5 pada lawatan ke markas Uni Emirate Arab (UEA) dan kalah 1-3 dari Vietnam.

“Terus terang kami kecewa, tapi tidak terlalu karena kami sudah memperkirakan performa Timnas Indonesia akan seperti ini. Cuma yang bikin ganjel kenapa dari tiga kali laga kandang, tidak satupun kita bisa memetik poin, minimal draw.”

“Sebetulnya dari empat kali kekalahan berturut-turut, PSSI harus bersikap tegas bahwa Simon tidak selevel lagi untuk pegang Timnas senior. Tapi penggantinya jangan asal-asalan, harus yang lebih baik,” tegas Gatot.

Empat kekalahan beruntun Timnas Indonesia di fase grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 juga membuat suporter kembali meneriakkan nama Luis Milla. Hal itu pun diamini Gatot mewakili pemerintah.

Bahkan, Gatot membuka pintu supaya pemerintah bisa memberikan bantuan untuk memulangkan Luis Milla ke Indonesia.

“Harapannya, siapapun yang terpilih jadi Ketua Umum PSSI pemerintah minta tolong kembalikan Luis Milla, meski pilihan terakhir tergantung PSSI. Walaupun Luis Milla dianggap gagal, tapi pola timnas kita sudah terbentuk dan publik menikmati sekali.”

“Soal anggaran, dari sumber yang dapat dipercaya Luis Milla sangat negotiable. Kalau pemerintah turut campur tangan bujuk Milla kami bersedia, tapi bukan soal pembiayaan. Kalau negara hadir kan beda rasanya,” sebutnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close