Istri Seorang Diplomat AS Diburu karena Terlibat Kecelakaan Maut di Inggris

Abadikini.com, JAKARTA – Istri seorang diplomat Amerika Serikat di Inggris, Anne Sacoolas, diduga terlibat dalam kecelakaan maut di Northamptonshire pada 27 Agustus lalu. Namun, saat ini dia sudah dipulangkan dan diduga menghindari proses hukum dengan dalih memiliki kekebalan diplomatik.

Seperti dilansir CNN, Senin (14/10), Anne diduga terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan seorang pemuda, Harry Dunn (19). Dia dilaporkan melaju di arah sebaliknya dan menabrak Harry yang sedang mengendarai sepeda motor Kawasaki ZXR berwarna hitam.

Tabrakan ‘adu banteng’ itu menyebabkan Harry meninggal. Pemerintah Inggris mendesak supaya keterlibatan Anne dalam kecelakaan itu diselidiki.

Kasus itu mulai terangkat ke permukaan karena desakan dari masyarakat Inggris. Kepolisian Inggris juga menetapkan Anne sebagai tersangka.

Orang tua korban meminta Presiden AS, Donald Trump, untuk campur tangan dan meminta penyidik untuk mengabaikan kekebalan diplomatik.

Pengacara keluarga korban, Radd Seiger, mengungkapkan bahwa kuasa hukum Anne telah menghubunginya untuk membahas pertemuan awal antara kedua belah pihak yang rencananya akan dilakukan pada dalam beberapa pekan mendatang.

Seiger menambahkan bahwa dia sedang berada di Washington dan berusaha untuk bertemu dengan para politikus AS.

Dihubungi terpisah, kuasa hukum pelaku mengonfirmasi bahwa kliennya ingin bertamu dengan keluarga Dunn untuk menyampaikan rasa simpati dan permintaan maaf terkait kecelakaan tragis tersebut.

Di sisi lain, pemerintah AS dilaporkan menyatakan kekebalan diplomatik Anne sebenarnya sudah tidak berlaku.

“Pemerintah AS mengabarkan kami bahwa mereka juga mempertimbangkan kekebalan tersebut sudah tidak berlaku. Kami telah menekankan dengan kuat untuk mengabaikan kekebalan diplomatik itu supaya hukum bisa ditegakkan,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada keluarga mendiang Harry Dunn.

Jika Anne memang tidak lagi diberi kekebalan diplomatik, hal itu dapat membuka kesempatan para penyidik untuk memulai proses hukum dengan mengekstradisi pelaku kepada pemerintah Inggris untuk menghadapi sangkaan.

Mengenai isi surat Raab kepada keluarga Dunn, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan pihaknya tidak memberikan komentar apapun.

Sedangkan Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, menghindari pertanyaan terkait tanggapannya tentang ekstradisi Anne dengan tidak langsung menjawabnya sebanyak dua kali.

“Menteri Luar Negeri telah bekerja dan berhubungan dengan pemerintah AS terkait hal ini. Tampaknya wanita yang dimaksud ingin bekerja sama dalam diskusi serta investigasi dan kami mendukung hal itu. Kami harus memastikan bahwa hukum telah berjalan tetapi jelas bahwa kerja sama terkait investigasi sudah dilakukan,” ujar Patel.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close