Tersangka Pemasok Molotov di Aksi Mujahid 212 Bertambah, Total 11 Orang

Abadikini.com, JAKARTA – Tersangka pemasok bom molotov untuk aksi mujahid 212 bertambah menjadi 11 tersangka. Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan satu lagi tersangka berinisial MN.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra menyebut MN sebagai salah satu orang yang menginisiasi secara aktif terkait pertemuan untuk merencanakan kerusuhan dalam aksi Mujahid 212.

“Dia adalah salah satu anggota inti dalam wadah yang disebut dengan Majelis Kebangsaan Pancasila Jiwa Nusantara,” kata dia Mabes Polri, Rabu (9/10) dikutip dari Merdeka.

Asep menjelaskan, dijerat Pasal KUHP 169, dan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Yang bersangkutan ini disangkakan merencanakan tindakan kejahatan dan juga terkait dengan kepemilikan bahan peledak,” ujar dia.

Polisi sebelumnya juga menetapkan tersangka Dosen Institute Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB. AB sendiri berperan sebagai pemasok bom molotov untuk aksi Mujahid 212 pada Sabtu 29 September 2019 lalu. Selain pemasok, AB juga seorang donatur. Dia mengalirkan dana ke sejumlah orang yang direkrut.

AB merekrut pelaku lain berinisial S alias L, untuk memproduksi bom molotov. Selain itu, pelaku lain juga direkrut berinisial OS dengan tugas mencari dana untuk eksekutor di lapangan.

“S alias L kemudian merekrut JAF, AL, NAD, dan SAM. Sedangkan OS merekrut YF, ALI dan FEB,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Untuk tersangka SS sendiri, polisi menyerahkan sepenuhnya kepada Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). SS merupakan purnawirawan TNI yang diduga turut berupaya menciptakan kerusuhan dalam aksi Mujahid 212. Sejauh ini, diketahui motifnya ingin menggagalkan pelantikan DPR/MPR dan Presiden.

Topik Berita
Back to top button
Close