Jadi Ketua DPD RI, La Nyalla Usung Lima Skala Prioritas

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua DPD RI terpilih La Nyalla Mahmud Mattalitti akan memperjuangkan lima skala prioritas yang menyangkut kepentingan anggotanya. Hal itu diutarakan La Nyalla saat berpidato jelang pemungutan suara pemilihan ketua DPD.

“Saya memiliki skala prioritas program jangka pendek menyangkut kepentingan anggota DPD yang akan saya perjuangkan,” kata La Nyalla di Ruang Paripurna Nusantara V, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10).

Pertama, kata La Nyalla, sejak DPD RI berdiri hingga saat ini hanya ada empat kantor DPD di daerah, yaitu di Jakarta, Yogyakarta, Sumatra Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Dia akan menambah kantor DPD di daerah lain.

“Ini harus kita teruskan. Saya sudah berkoordinasi dengan para gubernur, itu sudah disiapkan tanahnya. Kalau saya dipercaya kita harus lanjutkan lagi,” katanya.

Kedua, menurutnya, banyak anggota DPD dari daerah yang tidak memiliki rumah di Jakarta. Hal ini berbeda dengan anggota DPR RI yang selama ini disediakan rumah dinas.

“Saya akan bicara dengan Menteri Keuangan agar ada skema bantuan bagi anggota DPD,” ujarnya.

Ketiga, La Nyalla akan menghidupkan kembali kaukus perempuan yang pernah ada. Dia prihatin melihat acara pelantikan DPD kali ini banyak diikuti oleh perempuan, tapi yang dilantik semuanya pria. “Miris buat saya,” kata La Nyalla.

Keempat, kunjungan kerja anggota DPD ke luar negeri menurutnya harus dibiayai secara lumpsum atau pembayaran langsung sekaligus, bukan at cost atau dibayar sesuai dengan kebutuhan.

“Dan anggota DPD yang bertugas harus mendapat fasilitas untuk bisa membawa staf seperti anggota DPR,” ujarnya.

Kelima, dukungan tenaga ahli bagi setiap anggota DPD hanya hanya tiga orang staf. Padahal menurutnya, dapil DPD adalah provinsi. “Menurut saya, tujuh atau minimal lima orang staf,” katanya.

Senator asal Jawa Timur La Nyalla Mahmud Matalitti terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019-2024. La Nyalla terpilih setelah meraup sebanyak 47 suara dalam proses pemungutan suara.

Mantan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Ketum PSSI) itu mengalahkan senator asal Maluku Nono Sampono yang mendapatkan 40 suara, senator asal Kalimantan Timur Mahyudin yang memperoleh 28 suara, dan senator asal Bengkulu Sultan Bachtiar Najamuddin yang meraup 18 suara. Sementara satu surat suara dinyatakan tidak sah karena abstain.

Sumber Berita
CNN

Baca Juga

Back to top button