Pelajar Ikut Aksi Demo Akibat Pengaruh Media Sosial

Abadikini.com, MEDAN – Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto menegaskan, kalangan pelajar sekolah menengah atas (SMA) maupun lainnya ikut dalam meramaikan aksi demonstrasi karena tersugesti atas informasi yang beredar di media sosial (Medsos).

“Berdasarkan hasil penyelidikan kami, mereka ikut berdemo karena terhasut oleh senior-seniornya. Mereka mendapatkan informasi pemberitahuan dari medsos. Ini sangat memiris, apalagi mereka sama sekali tidak mengetahui apa yang mau disampaikan saat demo,” ujar Dadang, Selasa (1/10/2019).

Dadang mengungkapkan, orangtua dari pelajar itu juga tidak mengetahui kalau anaknya ikut dalam demo tersebut. Hal ini terungkap setelah pihak kepolisian meminta ratusan pelajar yang diamankan untuk menghubungi orangtuanya masing – masing untuk melakukan penjemputan.

“Sebelum dikembalikan kepada orangtuanya beberapa waktu lalu, kita memeriksa seluruh pelajar yang diamankan. Mereka mengaku tidak ada yang diiming-imingi sesuatu menjanjikan oleh pihak lain. Mereka hanya ikut-ikutan untuk meramaikan aksi demo tanpa sepengetahuan pihak sekolah,” jelasnya.

Dalam melakukan pengamanan itu, sambung Dadang, ada di antara pelajar yang justru membawa senjata tajam, molotov, batu maupun lainnya. Bahkan, ada pelajar yang diamankan namun setelah dilakukan pemeriksaan urine ternyata positif menggunakan narkoba.

“Untuk mengantisipasi hal ini supaya tidak terulang, kita melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan, seluruh sekolah, guru bahkan membuka dialog dengan seluruh pelajar di setiap sekolah. Kegiatan ini sudah kita laksanakan. Bahkan, kita akan kunjungi orangtua dari pelajar yang berpotensi,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Marasutan menyampaikan, pihaknya sudah menyurati seluruh sekolah untuk melarang muridnya ikut melakukan demonstrasi. Membiarkan peserta didik ikut melakukan demo merupakan kesalahan. Peserta didik untuk belajar dan bukan berdemo.

“Kesalahan ini harus menjadi evaluasi bersama supaya tidak terulang. Pembinaan mental untuk peserta didik harus ditingkatkan dan para peserta didik harus terus belajar untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada. Tingkatkan kegiatan ekstrakurikuler kepada peserta didik,” jelasnya.

Menurut Marasutan, Dinas Pendidikan Kota Medan akan mempertimbangkan memberikan sanksi kepada pihak sekolah bila membiarkan pelajarnya ikut berdemo. Oleh karena itu, pihak sekolah berkoordinasi dengan orangtua murid agar turut memberikan andil melarang anaknya ikut demonstrasi.

“Kepala sekolah juga ditekankan untuk memberikan arahan. Tanggung jawabnya itu jangan diabaikan. Peserta didik ke depannya harus menunjukkan jati dirinya sebagai pelajar yang baik dan santun. Tidak boleh lagi membuat risau orang tua dan masyarakat Kota Medan,” tegas Marasutan.

Sumber : beritasatu 

Back to top button