Pasangan yang Jarang Berhubungan Seksual lebih Rentan Alami Masalah dalam Hubungan

Abadikini.com, JAKARTA – Tak sehangat dulu. Itulah salah satu ‘masalah’ yang kerap hadir di tengah pasangan sudah lama menikah akibat menurunnya frekuensi hubungan seksual. Rata-rata, pasangan lama kerap tergerus oleh rutinitas masing-masing, sehingga lupa untuk merayakan kemesraan layaknya pasangan baru yang sedang dimabuk asmara.

Kurang aktivitas seksual, menurut seksolog bersertifikat Gigi Engle melansir SELF via CNN, bisa membuat pasangan kehilangan kemesraan karena lupa betapa bahagianya saat bercumbu dengan pasangan. Kelamaan, hubungan seksual yang jarang bisa menjadi salah satu penyebab pasangan berselingkuh hingga memutuskan untuk berpisah.

“Sebagai seksolog saya sering mendengar tentang betapa sulitnya meluangkan waktu untuk keintiman di tengah kehidupan yang sibuk. Itu sebabnya saya bersumpah untuk memperbaiki hubungan pasangan lama dengan menjadwalkan hubungan seksual,” papar Engle.

Engle melanjutkan, menjadwalkan hubungan seksual adalah cara untuk memelihara keintiman pasangan. Ini menjadi hal yang penting dilakukan demi menjaga hubungan yang tetap sehat. Seperti kisah seorang pasien bernama Melissa yang telah menikah selama 8 tahun.

“Pekerjaan lembur membuat kami terlalu lelah. Namun setelah menjadwalkan hubungan seksual, rasanya sekarang kami lebih dekat ketimbang menunggu mood untuk bercinta seperti dulu,” tutur Melissa.

Berikut 5 cara yang bisa dilakukan untuk membuat jadwal bercinta dengan pasangan.

1. Tentukan bersama

Seperti membuat jadwal meeting dengan klien, membuat jadwal bercinta dengan pasangan perlu dilakukan setiap minggu, sebagai langkah ‘sengaja’ untuk menuju keintiman. Dalam sebuah hubungan yang telah berlangsung lama, menunggu ‘mood’ dinilai tidak efektif untuk menciptakan keintiman.

2. Tepati

Layaknya rapat yang dihadiri oleh atasan, Anda juga perlu menepati jadwal bercinta yang telah dibuat bersama pasangan. Engle menyarankan untuk membuat remider di kalender ponsel pintar dengan warna pink muda atau warna merah agar terlihat jelas. Untuk menenangkan pikiran dan mengurangi lelah fisik setelah beraktivitas, sempatkan diri untuk mandi dengan air hangat sebelum sesi bercinta dimulai.

3. Hasil seiring waktu

Engle tak menampik bahwa banyak pasiennya yang merasa kaku dan tertekan karena diminta untuk membuat jadwal bercinta. Namun ia menjelaskan, bahwa hasil dari penjadwalan ini memang membutuhkan waktu untuk bisa terasa manfaatnya. Sejumlah pasangan yang telah mencoba, akan terbiasa seiring berjalannya waktu, bahkan menjadi hal menyenangkan layaknya menepati jadwal kencan.

4. Eksplorasi tempat

Suasana dapat menambah kemesraan. Tak ada salahnya untuk menjadwalkan sesi bercinta di luar rumah, seperti hotel, beberapa kali dalam setahun. Dengan begitu Anda dan pasangan juga dapat menikmati liburan layaknya pada saat bulan madu.

5. Seks spontan

Seks yang terjadwal bisa jadi membosankan bila Anda tidak selingi dengan seks spontan. Menurut Engle, saat pasangan sudah ‘sukses’ memperbaiki keintiman lewat seks yang terjadwal, biasanya akan lebih sering untuk melakukan seks spontan. “Seks spontan adalah tanda bahwa keintiman sudah kembali terjalin,” katanya. Walau begitu, menurutnya jadwal bercinta tetap harus dibuat sebagai antisipasi hubungan yang mulai ‘basi’.

Baca Juga

Back to top button