Cerita Polres Jakbar Ketika Buru Kurir Sabu di Riau yang Diselimuti Kabut Asap

Abadikini.com, PEKANBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Pekanbaru, Riau, tidak menyurutkan tim Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat dalam mengejar jaringan narkoba. Meski asap pekat menyelimuti hampir membuat target lolos dari incaran.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz mengatakan timnya yang dipimpin oleh AKP Arif Permana Oktora, awalnya berangkat ke Pekanbaru, Riau setelah mendapatkan informasi terkait adanya jaringan narkoba internasional yang hendak membawa masuk sejumlah narkoba ke Jakarta.

“Tim kemudian kami luncurkan ke Pekanbaru, Riau untuk melakukan surveillance selama satu bulan di sana,” kata AKBP Erick dalam keterangannya, Ahad (22/9/2019).

Dilansir dari Detik, Tim mendapatkan informasi ciri-ciri kurir yang akan mengantar barang tersebut. Semula, pelaku berinisial ZK dibuntuti sejak dari Medan, Sumatera Utara.

Pelaku kemudian melakukan perjalanan darat ke Pekanbaru, Riau. Polisi sempat kehilangan jejaknya saat itu.

“Sampai kemudian dia tiba di Pekanbaru, Riau pada Selasa (17/9) dan tersangka ini sempat ‘menghilang’ selama semalam,” ujarnya.

Hingga akhirnya, polisi melacak kembali pelaku dan pelaku berhasil diamankan di Pekanbaru, Riau pada Kamis (19/9). Barang bukti 10 paket besar sabu disita polisi dari pelaku.

Sementara itu AKP Arif Oktora menjelaskan timnya sempat kehilangan jejak pelaku lantaran kabut asap yang terjadi di Pekanbaru, Riau. Jarak pandang yang terbatas sempat menyulitkan polisi dalam melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Anggota nggak bisa maksimal karena kabut asap. Pelaku ini pun baru ketemu lagi dua malam kemudian atau pada Kamis (19/9),” jelas Arif.

Selain masalah jarak pandang, pelaku yang menutupi wajahnya dengan masker juga membuat polisi sulit mengidentifikasi pelaku. Arif menduga, pelaku sengaja melakukan transaksi narkoba untuk menghilangkan jejaknya.

“Karena dia pakai masker juga, itu yang bikin susah, sedangkan jarak pandang kita juga terbata,’ tuturnya.

Meski demikian, polisi tidak patah semangat. Hingga pada Kamis (19/9), tim menemukan pelaku di dekat terminal.

Tidak ingin buruannya hilang, polisi dengan sergap menangkapnya tanpa perlawanan. Pelaku saat itu membawa sebuah tas ransel.

“Kemudian dicek di dalamnya ternyata berisi 10 paket sabu,” sambungnya.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, timnya masih akan mengembangkan jaringan tersebut. Pihaknya saat ini masih menelusuri bandar yang diduga berasal dari luar negeri.

“Bandarnya masih kita telusuri. Berdasarkan keterangan tersangka bandar ini dari Malaysia. Masih kami kembangkan terus,” tutur Hengki.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close