Lima Desa di NTT Ini Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Pengering Daun Kelor

Abadikini.com, KUPANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sinun Petrus Manuk mengemukakan lima desa di Kabupaten Malaka mengalokasikan dana desa untuk membangun rumah pengering tanaman kelor yang dikelola melalui BUMDes.

“Dana desa yang dialokasikan lebih dari Rp150 juta untuk membangun satu unit rumah pengering kelor yang cukup besar di setiap desa itu,” katanya kepada Antara di Kupang, Jumat, (20/9/2019).

Kelima desa yang berada di Kecamatan Io Kufeu adalah Desa Kufeu, Desa Ikan Tunbes, Desa Biau, Desa Tunmat, dan Desa Tunabesi.

Dia menjelaskan, rumah pengering yang saat ini dalam tahap penyelesaian akan dimanfaatkan untuk mengeringkan tanaman kelor yang selanjutnya dipasok ke BUMDes di Desa Kufeu untuk diolah menghasilkan produk utama berupa tepung kelor.

“Jadi rumah pengering di desa-desa itu berfungsi jadi penyangga untuk memasok bahan baku karena di sana masih hanya satu mesin produksi yang dikelola BUMDes Kufeu,” katanya.

Sinun Petrus mengapresiasi upaya pemerintah di desa-desa tersebut yang mendukung usaha produksi kelor yang sangat potensial di daerah setempat.

Saat ini, lanjutnya, budi daya tanaman kelor yang menyebar di desa-desa tersebut sudah memanfaatkan lahan mencapai sekitar 81 hektare.

“Jumlah ini kemungkinan bisa bertambah karena kami juga sudah sepakat untuk ekspansi lahan kelor dengan target masing-masing bisa 20 hektare lagi,” katanya.

Menurut dia, pengembangan kelor di daerah itu memiliki prospek keuntungan ekonomi yang besar karena sudah ada minat pasar luar negeri terutama permintaan dari Jepang.

Hanya saja, lanjutnya, tepung kelor yang dihasilkan saat ini belum bisa menjawab permintaan ekspor karena produksi masih terbatas dengan hanya mengandalkan satu mesin dengan kemampuan produksi hanya 10 kilogram per jam.

“Sehingga kami juga sudah mendorong dukungan alokasi dana desa untuk pengadaan mesin produksi mengingat pasokan bahan baku semakin banyak dengan adanya rumah-rumah pengering,” katanya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close