Benarkah Ada Masa Puber Kedua? Begini Kata Psikolog

Abadikini.com, JAKARTA – Istilah puber kedua tentu tidak asing di telinga. Hal tersebut biasanya ditujukkan bagi laki-laki atau perempuan paruh baya yang kembali gemar menebar pesona kepada lawan jenis laiknya anak muda.

Puber kedua juga kerap dikaitkan dengan perilaku menyimpang seperti selingkuh dari pasangan ketika menginjak usia di atas 40 tahun.

Psikolog Rosdiana Setyaningrum M.Psi. MHPEd mengatakan bahwa tidak ada istilah puber kedua dalam ilmu psikologi.

“Puber kedua itu kan kalau di ilmu Psikologi gak ada, tidak harus begitu. Puber kedua itu biasanya terjadi pada orang-orang yang takut nanti jadi tua,” katanya saat ditemui Suara.com baru-baru ini di kawasan Jakarta Selatan.

Rosdiana menjelaskan, beberapa orang yang terkesan mengalami fase puber kedua, merupakan orang-orang yang baru mendapatkan ‘pencapaian’ di usia matang. “Jadi dia melakukan hal-hal yang ingin dilakukan pada saat muda dulu,” katanya.

Sementara orang-orang yang merasa pencapaian hidupnya sudah baik sejak masih muda, kata Rosdiana, cenderung tidak mengalami fase yang kerap disebut masyarakat puber kedua.

“Biasanya buat orang-orang yang merasa pencapaian hidupnya sudah oke, nggak melakukan apa yang disebut puber kedua itu. Paling lari ke hobi saja, senang-senang berkumpul sama teman-teman,” kata Psikolog Rosdiana.

Sumber Berita
Suara
Topik Berita
Back to top button
Close