Begini Kiat Hindari Penipuan di Media Sosial

Abadikini.com, JAKARTA – Tingkat serangan yang sangat tinggi pada login media sosial menunjukkan banyaknya akun media sosial yang dikompromikan oleh para peretas. Untuk menghadapi ancaman siber melalui media sosial, firma keamanan ESET memberikan beberapa tips agar tidak menjadi korban penipuan berikutnya.

Dalam siaran pers, Jumat (20/9/2019), IT Security Consultan PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengimbau para pengguna berhati-hatilah dengan seberapa banyak informasi pribadi yang dibagikan di situs media sosial.

“Penipu dapat menggunakan informasi dan gambar Anda untuk membuat identitas palsu atau menargetkan Anda dengan penipuan,” ujarnya.

Menurut Yudhi, pengguna harus meninjau pengaturan privasi dan keamanan di media sosial. Jika menggunakan situs jejaring sosial, seperti Facebook, berhati-hatilah dengan siapa terhubung dan pelajari cara menggunakan pengaturan privasi dan keamanan untuk memastikan tetap aman.

“Waspada saat berurusan dengan kontak yang tidak dikenal dari orang atau bisnis, apakah itu melalui telepon, melalui surat, email, secara langsung, atau di situs jejaring sosial, selalu pertimbangkan kemungkinan bahwa pendekatan itu mungkin scam,” paparnya.

Yudhi menyarankan pengguna tahu dengan siapa berhadapan. Jika hanya pernah bertemu seseorang secara daring atau tidak yakin dengan legitimasi bisnisnya, luangkan waktu untuk melakukan sedikit riset lebih lanjut.

“Lakukan pencarian gambar Google di foto atau cari di internet apakah ada orang lain yang mungkin pernah berurusan dengan mereka. Jika sebuah pesan atau email berasal dari seorang teman dan tampaknya tidak biasa atau tidak sesuai dengan karakter mereka, hubungi teman Anda secara langsung untuk memeriksa apakah sebenarnya mereka yang mengirimnya,” paparnya.

Mencurigakan

Menurut Yudhi, jangan buka teks yang mencurigakan, pop-up windows atau klik tautan atau lampiran dalam email. Hapuslah jika tidak yakin, verifikasi identitas kontak melalui sumber independen seperti buku telepon atau pencarian daring. Jangan gunakan detail kontak yang disediakan dalam pesan yang dikirimkan dari orang lain.

“Amankan perangkat seluler dan komputer Anda. Selalu gunakan perlindungan kata sandi, jangan berbagi akses dengan orang lain termasuk dari jarak jauh, perbarui perangkat lunak keamanan dan buat cadangan data. Lindungi jaringan WiFi dengan kata sandi dan hindari menggunakan komputer umum atau hotspot WiFi untuk mengakses akun perbankan online atau memberikan informasi pribadi,” imbuhnya.

Yudhi berpendapat para pengguna juga harus berhati-hati saat berbelanja daring. Waspadalah terhadap penawaran yang tampaknya too good to be true, dan selalu gunakan layanan belanja daring yang Anda kenal dan percayai.

“Jangan pernah mengirim uang atau memberikan detail kartu kredit, detail akun daring, atau salinan dokumen pribadi kepada siapa pun yang tidak Anda kenal atau percayai. Jangan setuju untuk mentransfer uang atau barang untuk orang lain: pencucian uang adalah tindak pidana,” ujarnya.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close