Bahas Konflik Suriah, Erdogan Undang Vladimir Putin dan Hassan Rouhani

Abadikini.com, JAKARTA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani ke Ankara untuk membahas konflik Suriah.

Menurut Reuters, pertemuan yang rencanya digelar Senin (16/9) ini akan diawali dengan pembicaraan bilateral, kemudian dilanjutkan trilateral mengenai perkembangan di kota Idlib, Suriah.

Pertemuan tersebut digagas setelah sehari sebelumnya terjadi baku tembak antara pasukan Suriah dan para pemberontak.

Serangan tersebut mengakibatkan salah satu dari 12 pos pengamatan militer milik tentara Turki hancur.

Pos-pos di barat laut Suriah tersebut dibangun setelah adanya perjanjian antara Rusia dan Turki untuk mengurangi perang.

Erdogan telah memperingatkan pemerintah Presiden Bashar al-Assad bahwa penyerangan terhadap pos-pos itu dapat memicu serangan balasan dari tentara Turki yang berdampak pada semakin tegangnya hubungan antar keduanya.

“Momen ketika rezim menghancurkan pos pengamatan kami, jika ada serangan, maka segalanya akan mengarah pada jalur yang berbeda. Kami tidak akan menahan diri seperti sekarang. Kami akan mengambil berbagai langkah yang diperlukan,” ujarnya.

Serangan ini juga mendorong kedatangan banyak pengungsi dalam skala besar ke Turki.

“Turki yang kini menampung 3,6 juta pengungsi tidak dapat menampung lagi jutaan orang yang datang dari sana. Kami tidak dapat menanggung beban tersebut,” kata dia.

Erdogan kemudian menegaskan pertemuan Senin ini untuk mencegah migrasi dari Idlib dan mendorong gencatan senjata untuk mengurangi munculnya korban sipil lebih banyak.

“Ekspektasi dari pertemuan ini bukan hanya gencatan senjata sementara. Pertama, ini bertujuan untuk mencegah migrasi ke sini. Kedua, untuk memastikan adanya gencatan senjata. Ketiga, untuk mengendalikan organisasi teroris secara serius,” ujar dia.

Pasukan Suriah telah menyerang Idlib selama beberapa bulan terakhir. Dalam konflik ini, Rusia dan Iran membantu pihak militer Suriah sedangkan Turki bersama Amerika Serikat serta sekutu dari Eropa dan Arab membantu beberapa faksi pemberontak yang berbeda.

Sumber Berita
CNN
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close