Ironi Murka Solskjaer untuk Pemain MU

Abadikini.com, JAKARTA – Ruang ganti Manchester United (MU) dilaporkan memanas meski Liga Inggris baru berlangsung empat pekan. Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, disebut mengamuk karena hasil kontra Southampton.

Situasi itu terjadi setelah The Red Devils hanya bisa membawa pulang satu poin dari markas tim yang seharusnya bisa diatasi, Southampton. Tim pengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu ditahan imbang 1-1 di St. Mary’s, akhir pekan lalu.

Dilansir Daily Mail via CNN, manajer Ole Gunnar Solskjaer melabeli seluruh pemainnya bak lelucon dan hasil yang diraih timnya memalukan. Pria asal Norwegia itu ingin Paul Pogba dkk tahu kalau ia tidak senang dengan performa yang ditunjukkan.

Solskjaer dikabarkan berang karena para pemain MU tidak bisa mencetak gol tambahan di laga tersebut. Padahal, Southampton dalam kondisi ‘tersiksa’ karena bermain dengan 10 pemain sejak diusirnya bek kiri Kevin Danso pada menit ke-73.

Dengan Southampton yang bermain dengan 10 orang, teorinya MU dengan kualitas individu yang lebih baik bisa mencetak minimal satu gol tambahan. Faktanya gol Daniel James merupakan satu-satunya yang bisa diciptakan Setan Merah sepanjang 90 menit.

Jika mengacu statistik, MU mendominasi penguasaan bola dengan 59 persen berbanding 41 persen. MU juga melakukan 21 usaha untuk mencetak gol dan delapan di antaranya mengarah ke gawang.

Selain penampilan gemilang Angus Gunn di bawah mistar Southampton, penyelesaian akhir yang mengecewakan jadi faktor lain yang membuat tim tamu tidak bisa pulang ke Manchester dengan tiga poin.

Seusai laga di ruang ganti, Solskjaer tak lagi mampu menahan diri untuk tidak mengkritik pasukannya.

Mantan manajer Cardiff City itu menuduh para pemainnya terlalu sibuk dengan permainan individu ketimbang mengutamakan kepentingan tim. Selain itu, Solskjaer menilai anak asuhnya terlalu sering mencoba bermain spektakuler daripada memainkan sepak bola sederhana.

Juru racik formasi berusia 47 itu juga melihat ada beberapa pemain di dalam tim yang tidak bermain sepenuh hati sehingga mempengaruhi performa rekan yang lain di lapangan.

Performa beberapa pemain senior macam Paul Pogba, Nemanja Matic, dan Ashley Young memang jadi sorotan usai hasil imbang tersebut. Ketiga pemain itu dianggap tidak memberikan kontribusi yang sepadan dengan pengalaman yang dimiliki.

Hasil di St. Mary’s juga memberikan gambaran jelas belum solidnya permainan MU meski pemain masuk dan keluar sepanjang bursa transfer musim panas ini. Pergerakan MU di pasar transfer ini juga yang layak disorot.

Manajemen klub hanya mendatangkan tiga pemain yakni Aaron Wan-Bissaka, Harry Maguire, dan Daniel James. Dari tiga pemain tersebut tidak satu pun yang berposisi sebagai penyerang.

Padahal, kekuatan lini depan MU berkurang dengan kepergian Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Dari dua pemain itu, kepergian Lukaku ke Inter Milan pantas diratapi karena penyerang asal Belgia tergolong produktif selama dua musim berseragam The Red Devils.

Lukaku berhasil mencetak 42 gol dan mengemas 13 assist dari 96 laga di semua kompetisi.

Kepergian Lukaku berpotensi bisa menyulitkan MU di sisa musim ini karena manajemen tidak berhasil mendatangkan pemain pengganti yang sepadan. Praktis Solskjaer hanya bisa  mengandalkan Anthony Martial, Marcus Rashford, dan pemain muda Mason Greenwood, setidaknya hingga bursa transfer paruh musim nanti.

Nama pertama bahkan absen kontra Southampton karena cedera paha saat kalah dari Palace. Cederanya Martial membuat Solskjaer harus mengubah formasi tim dari skema dua penyerang jadi satu striker tunggal dengan mengandalkan Rashford sebagai targetman.

Masalah kedalaman skuat juga terjadi di lini belakang. Kepergian Chris Smalling dengan skema pinjaman ke AS Roma membuat jantung pertahanan masuk kategori berisiko karena Eric Bailly dan Marcos Rojo kerap absen karena cedera.

Memang masih ada Phil Jones dan Axel Tuanzebe untuk melapis duet utama Maguire dan Victor Lindelof. Namun Jones akrab dengan blunder dan Tuanzebe masih minim jam terbang di Liga Inggris.

Jika mengacu skuat yang ada musim ini, amukan Solskjaer agaknya masih akan sering muncul musim ini. Selain persoalan performa pemain yang masih kerap angin-anginan, secara kualitas skuat MU berada di bawah Manchester City, Liverpool, Tottenham Hotspur maupun Arsenal.

Fakta ini pula yang membuat MU mengalami kesulitan di awal musim dan sudah gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir. Jadi, bisa finis di zona empat besar sejatinya sudah merupakan pencapaian besar untuk Setan Merah.

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close