Rasialisme Hantui Sepak Bola Inggris, Pelatih MU: Gila, Masih ada Rasialisme di 2019

Abadikini.com, JAKARTA – Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, mengatakan dirinya tidak habis pikir masih adanya sikap dan tindakan rasialis pada 2019 setelah pemainnya Marcus Rashford mengalami sasaran makian rasialis di media sosial.

“Saya seperti kehilangan kata-kata jika kasus seperti ini terus terulang… Rasanya gila pada 2019 kita masih bicara soal rasialisme,” kata Ole Gunnar Solskjaer, usai timnya dikalahkan oleh Crystal Palace, dalam laga lanjutan Liga Inggris.

Usai laga itu, pemain Manchester United dan timnas Inggris itu dilecehkan secara rasial setelah gagal mengeksekusi penalti dalam laga Manchester United melawan Crystal Palace yang berakhir 1-2 pada Sabtu.

Dia adalah pemain United kedua yang dilecehkan pada pekan ini setelah Paul Pogba.

Kelompok yang mengampanyekan anti-rasialisme, Kick It Out, menyebut tindakan atas Rsahford itu “keji” dan mengatakan perlu “tindakan tegas” untuk menyikapinya.

Awal pekan ini, Twitter mengatakan akan bertemu dengan para pemangku kepentingan untuk menunjukkan “langkah proaktif” untuk mengatasi kasus pelecehan rasial setelah Pogba menjadi sasaran menyusul penaltinya yang gagal saat timnya ditahan imbang 1-1 oleh Wolves pada Senin.

Sejumlah rekan satu tim Pogba – termasuk Rashford – mengkritik tindakan pelecehan rasial itu, sementara manajer timnas sepak bola Inggris, Phil Neville meminta para pemain sepakbola agar “memboikot” media sosial.

Rashford merupakan pemain yang menjadi sasaran makian rasialis sekaligus memperpanjang daftar pesepakbola yang menjadi korban.

Insiden yang dialaminya membuktikan semakin meningkatnya pelecehan rasialis yang di dunia sepak bola Inggris.

Sebelumnya, pemain Chelsea Tammy Abraham dan pemain Reading, Yakou Meite, juga menjadi sasaran serangan seperti itu pada pekan ini.

Kelompok Kick It Out mengatakan dalam pernyataannya pada Sabtu: “Aksi keji rasialisme di media sosial terus berlanjut hingga hari ini.”

“Masalah seperti ini tidak akan hilang, sehingga perlu tindakan tegas – itulah yang akan kami jelaskan kepada pimpinan Twitter saat kami bertemu.”

Berbicara sebelum laga melawan Crystal Palace di Old Trafford dalam lanjutan Liga Utama Inggris, Solskjaer menyerukan “pihak berwenang untuk melakukan sesuatu” tentang masalah tersebut.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, dia mengatakan: “Itu sama dengan yang kami bicarakan sebelum akhir pekan. Ini tidak pernah terjadi dan kami harus menghentikannya.”

“Saya seperti kehilangan kata-kata jika kasus seperti ini terus terulang. Kami terus mengampanyekan ‘Katakan tidak kepada rasisme’ dan mereka rupanya bersembunyi di balik identitas palsu. Rasanya gila pada 2019 kita masih bicara soal rasialisme.”

Kelompok yang mengampanyekan anti-rasialisme, Kick It Out, menyebut tindakan atas Rsahford itu “keji” dan mengatakan perlu “tindakan tegas” untuk menyikapinya. Foto: PA Media

Editor
Novel D
Sumber Berita
BBC
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close