Indonesia Kirim Pesepakbola Muda Belajar di Spanyol

Abadikini.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bersama dengan Yayasan Vamos Indonesia mengirimkan 19 pesepakbola muda terbaik ke Spanyol. Kerja sama BNI dan Vamos ini dilakukan untuk memastikan 19 pesepakbola muda berangkat ke Spanyol untuk berlatih di akademi sepakbola Valencia, Cordoba, dan Santander, Spanyol. Mereka adalah pesepakbola yang sebelumnya tersaring menjadi yang terbaik dari 1.200 pendaftar lainnya.

Pelepasan Tim BNI Vamos Indonesia ini dilaksanakan di Menara BNI, Pejompongan, Jakarta, Rabu (21/8/2019), langsung disaksikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Founder Yayasan Vamos Indonesia Fanny Irawan serta Dubes Spanyol untuk Indonesia Jose Maria Matres.

Achmad Baiquni mengatakan kepada Beritasatu.com, pihaknya tergerak untuk ikut membiayai para Garuda muda karena ingin melihat sepak bola Indonesia maju.

“Kita ini ada 265 juta penduduk. Masa tak bisa punya tim sepak bola yang bisa bersaing di kancah internasional,” ungkapnya.

BNI menyisihkan dana sebesar 240.000 Euro untuk membiayai 10 dari 19 pemain. Biaya per pemain sebesar 2.000 Euro per bulan atau 24.000 Euro setahun. Biaya untuk sembilan pemain lainnya diperoleh Yayasan Vamos Indonesia dari sumber lain.

“Selama ada konsep yang bagus untuk kemajuan sepak bola di Tanah Air, pasti ada pihak yang mensponsori,” ungkap Baiquni. Masalahnya, tidak banyak pihak yang bisa meyakinkan pemilik dana. BUMN saja memiliki kepedulian, apalagi perusahaan dan perorangan.

Baiquni mengatakan langkah BNI mendukung Yayasan Vamos Indonesia ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada upaya berbagai komponen bangsa yang juga turut meningkatkan prestasi sepakbola tanah air. Kerja sama BNI dengan Vamos Indonesia ini juga merupakan salah satu langkah dalam memenuhi instruksi presiden yang meminta adanya upaya terkoordinir dari BUMN dan pegiat sepakbola dalam membangkitkan prestasi sepakbola nasional.

Seperti diketahui, perintah Presiden terhadap peningkatan persepakbolaan Tanah Air dicantumkan dalam Instruksi Presiden Nomor 03 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Instruksi ini ditujukan kepada 11 kementerian, 2 lembaga negara, serta para pemimpin daerah.

“Semoga sinergi BNI Vamos Indonesia ini dapat membuahkan hasil yang baik dan memberikan kontribusi dalam percepatan pembentukan prestasi sepakbola Indonesia,” ujarnya.

Baiquni pun berpesan kepada pesepakbola yang akan dikirim ke Spanyol ini untuk tidak cepat berpuas diri meskipun telah sukses melampaui tahapan seleksi yang diikuti ribuan calon peserta. Turuti para bintang sepakbola yang sama-sama pernah muda dan berjuang untuk menjadi bintang seperti Cristiano Ronaldo san Lionel Messi.

“Para bintang itu sukses karena berlatih, bekerja keras mengasah skill mereka dengan disiplin, baik di dalam maupun luar lapangan. Mereka juga sportif dengan tidak menganggap remeh lawan dan tidak jumawa saat meraih kemenangan. Terakhir, mereka juga inovatif dalam mengoptimalkan waktu untuk mempelajari teknik-teknik sepakbola baru,” pesan Baiquni.

Dukungan BNI ini hanyalah tahap awal dari perjuangan panjang dunia sepakbola Indonesia untuk berbicara di kompetisi bergengsi internasional. Akan tetapi, usaha serius dari berbagai pihak diharapkan akan semakin mendekatkan Indonesia kepada terbentuknya Tim Nasional yang dapat diandalkan, termasuk untuk berprestasi di kompetisi bergengsi internasional.

Yayasan Vamos Indonesia sendiri memiliki program yang nyata sejak tahun 2016 antara lain dalam melakukan pencarian bibit atlet sepakbola Indonesia berbakat secara profesional, bekerjasama dengan sekolah sepakbola di Spanyol. Yayasan ini juga secara konsisten mengirimkan bibit-bibit pesepakbola berbakat hasil seleksi ke akademi sepakbola di Spanyol selama 2 tahun dan ikut bertanding di liga-liga Spanyol.

“Terus terang, kelemahan kita adalah sistem. Kita harus terus belajar sistem sepakbola dari negara lain. Selain itu juga pesepakbola kita kurang sportif dan kurang bisa menjaga makanan. Di luar, kalau pemain mukul lawan, itu dicatat tidak boleh lagi bermain,” kata Fanny Irawan.

Editor
Novel D
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close