PM Italia Mundur Hindari Mosi Tidak Percaya Wakilnya Sendiri

Abadikini.com, JAKARTA – Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, memutuskan mengundurkan diri demi menghindari mosi tidak percaya yang digagas wakilnya sendiri, Matteo Salvini, Selasa (20/8).

“Saya berkewajiban mengakhiri perjalanan pemerintahan ini di sini. Saya akan mendengarkan semua intervensi dengan sungguh-sungguh. Setelah itu, saya akan menemui Presiden Italia dan mengundurkan diri,” kata Conte di depan Senat Italia.

Conte mengundurkan diri setelah Salvani dan partainya, League, menyatakan keluar dari koalisi pemerintah.

Salvani juga mendesak pemilihan sela digelar karena menilai pemerintahan Conte sudah tak memegang suara mayoritas di parlemen setelah partai League keluar dari koalisi

Jika pemilu sela digelar dalam beberapa bulan ke depan, Salvani diprediksi bisa menang dan menggantikan Conte sebagai perdana menteri.

Dalam pidatonya selama satu jam di Senat kemarin sore, Conte menyerang Salvani yang duduk di sebelahnya. Conte menganggap menteri dalam negeri Italia itu “tidak bertanggung jawab” karena memulai krisis politik di negaranya.

Conte mengatakan bahwa tuntutan Salvani untuk menggulingkan pemerintahannya memperlihatkan bahwa wakilnya itu sudah membahayakan kepentingan nasional demi memenuhi kepentingan pribadi dan partai sendiri.

“Tindakan Mendagri (Silvani) telah memperlihatkan bahwa dia mengikuti kepentingan partai dan dirinya sendiri. Keputusannya ini menimbulkan risiko serius untuk negara ini,” kata Conte seperti dikutip Reuters via CNN.

Sementara itu, Salvani menegaskan dirinya harus melakukan yang menurutnya penting dilakukan demi membuat Italia lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Salvani menawarkan warga Italia “masa depan yang berkembang dan sejahtera.”

“Saya pria bebas. Saya tidak takut penilaian warga Italia (terhadap saya),” kata Salvani seperti dikutip CNN.

Conte telah menjabat sebagai PM Italia sejak Juni 2018 lalu, setelah Partai League dan Partai Gerakan Bintang Lima sepakat untuk berkoalisi.

Dua partai populis itu berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan Maret 2018 lalu. Koalisi kedua partai itu goyah setelah berselisih terkait sejumlah kebijakan utama dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelum menjabat sebagai PM, Conte sendiri merupakan seorang profesor ilmu hukum dan semasa hidupnya ia  tidak memiliki pengalaman berpolitik. (

Editor
Irwansyah
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button