Mahathir Terlibat Perang Kata-kata dengan Najib Razak

Abadikini.com, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terlibat perang kata-kata dengan mantan anak didiknya Najib Razak terkait skandal seks yang tengah mengguncang Negeri Jiran itu. Mahathir menepis tudingan Razak yang menyebut penanganan skandal seks yang melibatkan anggota tim kabinet berbeda dibandingkan dengan skandal yang sama pada tahun 1998.

Pada 24 Juli lalu, melalui akun Twitternya, Najib menyinggung perlakuan kontras dalam dua skandal.

“Pada tahun 1998. Ini adalah masalah moral, bukan masalah politik. Pada tahun 2019. Ini adalah masalah politik, bukan masalah moral,” cuit Najib.

Meskipun ia tidak menyebut siapa pun, sebagian besar pengamat percaya Najib merujuk pada Menteri Urusan Ekonomi Mohamed Azmin Ali dan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim, yang dipecat dari pemerintah pada 1998 sebelum kemudian dipenjara karena sodomi dan praktik korupsi.

Dalam skandal terbaru, mantan kepala pemuda Santubong Parti Keadilan Rakyat (PKR) Haziq Aziz telah mengklaim klip video yang viral di beberapa grup WhatsApp termasuk grup wartawan lokal dan asing menunjukkan dia berhubungan seks dengan Azmin.

Pada 20 Juli, Inspektur Jenderal Polisi Malaysia mengatakan bahwa identitas kedua pria dalam klip tidak dapat sepenuhnya bisa dipastikan.

Dalam postingan di blognya yang berjudul “Kontradiksi”, Mahathir mengatakan dirinya dituduh memberikan tanggapan yang bertentangan dirinya terhadap skandal seks baru-baru ini dibanding dengan peristiwa pada tahun 1998.

“Tidak ada kontradiksi. Tindakan yang diambil pada tahun 1998 tidak didasarkan pada klip video. Itu terjadi kemudian. Pengadilan sudah membuat keputusan,” tulis Mahathir.

“Video-video berikutnya tidak memengaruhi pengadilan atau siapa pun. Itu tidak memengaruhi saya,” tambahnya, merujuk pada video yang melibatkan Anwar Ibrahim seperti dikutip dari The Strait Times, Minggu (28/7/2019).

Dalam postingan sebelumnya di blog pribadinya pada 23 Juli, Mahathir telah mengulangi klaimnya bahwa klip video skandal seks yang baru-baru ini disebar jelas bermuatan politik, khususnya untuk menggagalkan kesuksesan individu tertentu.

Sejak video itu muncul, Azmin membantah dengan keras bahwa dia adalah salah satu dari pelaku. Ia mengklaim itu adalah rencana jahat untuk merusak reputasinya serta karir politiknya.

Skandal itu memicu perseteruan antara Azmin dan Anwar. Anwar menyerukan wakilnya di PKR untuk mengundurkan diri sebagai menteri federal, jika dia memang terbukti menjadi salah satu pria dalam klip video seks tersebut. Anwar Ibrahim adalah presiden PKR, partai terbesar dari koalisi Pakatan Harapan yang berkuasa di Malaysia.

Setelah pernyataan itu, Azmin menjawab dengan mengatakan Anwar harus mengurus urusannya sendiri.

Ada spekulasi Azmin akan meninggalkan PKR, namun Anwar menolak spekulasi tersebut.

Sementara itu, Haziq telah ditangkap bersama lima orang lainnya pada 14 Juli karena dugaan peran mereka dalam skandal itu.

Mahathir telah berjanji untuk mundur sebelum pemilihan umum berikutnya, sebagaimana disepakati oleh koalisi yang berkuasa sebelum pemilihan tahun lalu.

Sementara Anwar telah ditunjuk menjadi penerusnya, Mahathir, mantan musuh bebuyutannya, juga mengatakan bahwa siapa pun yang mengambil alih harus mendapat dukungan mayoritas, sebuah pernyataan terlihat membuka pintu bagi tokoh alternatif seperti Azmin.

Editor
Arkan AW
Sumber Berita
Sindonews
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close