Iran Tangkap 17 Mata-mata CIA, Beberapa Dijatuhi Hukuman Mati

Abadikini.com, TEHERAN – Otoritas berwenang Iran telah menangkap 17 mata-mata yang bekerja untuk Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS). Dari 17 mata-mata tersebut, beberapa di antaranya telah dijatuhi hukuman mati.

Stasiun televisi pemerintah Iran menerbitkan gambar-gambar yang diklaim menunjukkan para petugas CIA yang berhubungan dengan para mata-mata yang ditangkap.

Sejauh ini CIA maupun pemerintah Amerika Serikat belum berkomentar.

Iran, pada Juni lalu, mengumumkan bahwa mereka telah membongkar jaringan mata-mata CIA. Namun, tidak jelas apakah pengumuman pada hari Senin (22/7/2019) ini terkait dengan kasus yang sama atau tidak.

Pengumuman itu muncul setelah tiga bulan konfrontasi spiral antara Iran dan Barat yang dimulai ketika sanksi AS yang lebih ketat diberlakukan terhadap Teheran pada Mei 2019.

Pekan lalu, Iran menyita atau merampas sebuah kapal tanker minyak Stena Impero milik Inggris di Selat Hormuz. Aksi yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tersebut seperti sebagai pembalasan setelah Marinir Kerajaan Inggris melakukan hal serupa terhadap kapal tanker minyak Grace 1 milik Iran di perairan Gibraltar pada 4 Juli.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di stasiun televisi pemerintah, Kementerian Intelijen Iran mengatakan 17 mata-mata ditangkap selama tahun kalender Iran yang berakhir pada Maret 2019.

“Mata-mata yang diidentifikasi dipekerjakan di pusat-pusat sektor swasta yang sensitif dan vital di bidang ekonomi, nuklir, infrastruktur, militer dan dunia maya…di mana mereka mengumpulkan informasi rahasia,” bunyi pernyataan kementerian itu, seperti dikutip Reuters.

Dalam laporan terpisah, kantor berita Farsmengutip seorang pejabat Kementerian Intelijen mengatakan bahwa beberapa dari mereka yang ditangkap telah dijatuhi hukuman mati.

Sebuah dokumenter yang ditayangkan stasiun televisi Iran pada hari Senin menunjukkan seorang petugas CIA merekrut seorang pria Iran di Uni Emirat Arab.

“Karena ada begitu banyak perwira intelijen di Dubai. Sangat berbahaya…intelijen Iran,” kata seorang wanita kepada seorang pria Iran dalam film dokumenter tentang dugaan rekrutmen mata-mata CIA.

Wanita itu berbicara dalam bahasa Persia dengan aksen Amerika.

Editor
Arkan AW
Sumber Berita
sindonews
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close