BEM PTAI Banten Menyelenggarakan Talk Show Milenial Melawan Hoax

Abadikini.com, TANGERANG – Fenomena berita hoax masih menjadi pekerjaan rumah yang sukar untuk diselesaikan. Pasca sidang MK dan Jokowi – Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden terpilih berita hoax masih bertebaran dilini masa media sosial. Dari kegelisahan tersebut, maka dari BEM PTAI Banten menyelenggarakan “Talk Show Milenial” sebagai upaya pencerdasan dan langkah preventif melawan hoax. Hadir dalam agenda Subandi Misah sebagai Pengamat Politik, Romly Revolvere sebagai jurnalis dan A Rosyid dari PC Ansor Kab Tanggerang.

“Media sosial sedang rame hoax. hoax lahir dari rahim politik post truth atau pasca kebenaran. Hoax artinya berita bohong. hoax secara definisi adalah berita yg tidak ada kaidahnya. Walaupun pilpres sudah selesai tapi kenapa hoax masih beredar, alasannya pertama tafsir agamanya berbeda dan yg kedua karena hoax pernah berhasil di amerika. Salah satu cara mengurangi berita hoax adalah dengan cara menulis. Menulis berita yang baik dan benar, ” ujar Subandi Misbah yang juga Pengamat Politik kepada media, Senin (22/7)

Isu agama sangat sensitif ketika dibawa pada ajang kontesatasi politik. Medsos di konsumsi oleh semua orang. hampir semua orang bermedia contohnya di FB yaitu menyampaikan opini. Apa yg disebarkan atau disampaikan tidak semua faktual. ” Hoax bisa laku karna tingkat literasi kita rendah. Menkonsumsi berita pada hakikatnya yaitu untuk menambah pengetahuan atau wawasan. Banyak wartawan yg lahir bukan dari basic jurnalis. Yang harus diperhatikan dari berita atau informasi adalah dampaknya,” kata (Romly Revolvere/Jurnalis)

Adanya perbedaan lazim. Perpecahan di negara timur karna diadu domba lewat media pun di indonesia. Perkara yg dpt menyempurnakan pekerjaan maka sifatnya wajib. Nasionalisme itu wajib hukumnya. Tanamkan dalam diri kita nasionalisme. Bagaima agar kita terhindar dari hoax? caranya yaitu dengan cara tanamkan nasionalisme paham dalm upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan. (*)

(A Rosyid/PC GP Ansor Kab Tanggerang)

Editor
Muhammad Saleh
Back to top button