Domain Indonesia Kalah Saing dari Tuvalu dan Montenegro

Abadikini.com, JAKARTA –  Domain .id milik Indonesia kalah saing dari domain .tv milik Tuvalu, .co milik Kolombia, atau .me dari Montenegro. Menurut Pengelola Nama Doman Indonesia (PANDI) jumlah pengguna nama Domain .id berada di angka 318.090 pada kuartal kedua 2019.

Komposisi pengguna .id adalah 96 persen dari dalam negeri dengan angka 304.126 ribu. Empat persen digunakan oleh pengguna di luar negeri dengan angka 13.964 ribu.

Bagi Ketua PANDI Periode 2019-2023, Yudho Giri Sucahyo mengatakan angka ini masih sangat kecil dibandingkan nama domain .co (Kolombia), .me (Montonegro) dan .tv (Tuvalu).

Nama domain .tv telah digunakan oleh 800 ribu pengguna. Padahal jumlah masyarakat di Tuvalu hanya sekitar 11,3 ribu. Sehingga, menurut Heru tambahan pengguna domain .tv secara masif itu pasti berasal dari pengguna di luar negeri.

Kemudian nama domain dari Kolombia, .co telah digunakan oleh 2,1 juta pengguna. Padahal penggunaan .co di Colombia sendiri hanya sekitar 10 persen atau 210 ribu.

Di Indonesia, domain .co juga populer. Heru menyebut pengguna .co di dalam negeri mencapai angka 800 ribu. Sementara domain .me dari Montonegro telah memiliki sekitar 7 juta pengguna.

Domain .com di Indonesia menurut Wakil Ketua Dewan Pengurus Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama, dan Marketing PANDI, Heru Nugroho setidaknya telah digunakan oleh 700 ribu pengguna. Oleh karena itu, ke depan Pandi akan melakukan langkah proaktif untuk mengekspansi pasar luar negeri.

Yudho mengatakan masih banyak nama domain .id yang bisa digunakan oleh pengguna. Hal ini adalah senjata utama bagi PANDI agar pengguna mau menggunakan .id. Selain itu, Yudho mengatakan .id mewakili ‘Idea’ atau ‘Identity’ yang bisa digunakan oleh pengguna untuk membangun sebuah merek.

“Pasar di luar negeri masih sangat luas. Kelebihan Nama Domain .id yang merepresentasikan ‘Idea’ atau ‘Identity’ merupakan sebuah berkah tersendiri yang hanya dimiliki oleh Nama Domain .id, hal ini harus dimanfaatkan supaya penjualan di luar negeri meningkat dengan pesat,” kata Yudho dalam acara Laporan Q1-Q2 PANDI di Jakarta Pusat, seperti dilansir Abadikini dari CNN, Rabu (17/7/2019) .

Untuk meningkatkan pengguna di luar negeri, strategi lain yang dilakukan oleh PANDI adalah dengan mengajak Registrar PANDI untuk memiliki mitra di luar negeri.

Mitra ini adalah sebagai perpanjangan tangan untuk memperluas pasar yang selama ini belum dijangkau secara maksimal oleh Registrar PANDI.

Selain itu, PANDI akan membuat situs web khusus untuk memuat konten yang mendukung aktivitas pemasaran di luar negeri. Hal ini dilakukan supaya informasi terkait Nama Domain .id bisa didapatkan secara maksimal oleh pengguna di luar negeri.

  • 5
    Shares
Editor
Selly
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button