Dirut Energi Equity Epic Lapor Progres Proyek Rp 4 Triliun ke Gubernur Sulsel

Abadikini.com, MAKASSAR – Dirut Energi Equity Epic Sengkang, Andi Ryianto melaporkan progres proyek senilai Rp 4 triliun di Kabupaten Wajo kepada Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, di Rujab Gubernur Sulsel, Sabtu (13/7).

Laporan tersebut membuahkan hasil yang cukup membahagiakan pihak Energi Equity Epic, sebab kata Andi Ryianto Gubernur Sulawesi Selatan dan Bupati Wajo Amran Mahmud memberikan dukungan penuh atas pembangunan di Wajo.

“Pak Gub ini secara langsung kembali memberikan jaminan bahwa Perusda dengan mitranya PT. South Sulawesi LNG silahkan untuk meneruskan kegiatannya, karena didukung pak Gubernur dan Pak Bupati, akan bantu dikeluarkan surat dukungan karena memang ini persoalan administrasi saja,” jelas Andi Ryianto saat ditemui, usai berdiskusi panjang dengan Gubernur Sulsel.

Lebih lanjut, Andi Ryianto mengaku, proyek senilai triliunan itu masih terkendala di mengenai administrasi di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

“Jadi ini diberi penguatan Insyaallah bisa melanjutkan pekerjaan, menyelesaikan konstruksi disana (Kabupaten Wajo) nilainya hampir Rp 4 triliun, dan sekarang sementara terhenti karena masalah administrasi dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” bebernya.

Menurutnya, jika sudah selesai perizinan, maka pekerjaan bisa selesai dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Sedangkan untung baik bagi Perusda maupun pemerintah provinsi dan kabupaten ada pendapatan yang dinamakan interaksi sebesar 10 persen.

“6 bulan sampai 1 tahun paling lama sudah bisa berproduksi, menghasilkan pendapatan baik bagi investor dan pemerintah provinsi dan kabupaten melalui partisipasi interaksi yang 10 persen, dan itu nilainya besar,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Ryianto menjelaskan, untuk lapangan Kampung Baru sendiri tidak ada masalah dan sudah selesai semua dan beroperasi sekitar 97 persen. Sekarang ini untuk lapangan kedua Walang Sepeng Binge atau Wasambo itu sekitar 50 persen sudah selesai.

“Namun belum selesai karena persoalan di hilirnya di LNG nya, kerjasama antara Perusda dengan PT. South Sulawesi LNG itu masih terkendala masalah administrasi di kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, itu yang menjadi kendala sehingga kami belum bisa meneruskan dan menyelesaikan itu,” pungkasnya.

Editor
Muhammad Saleh
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button