Pendiri Demokrat Klaim Ribuan Kader Ingin SBY Mundur

Abadikini.com, JAKARTA – Anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, Sahat Saragih mengklaim desakan agar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mundur dari posisi ketua umum tak cuma datang dari segelintir kader, tetapi ribuan. Dia mengatakan sudah berkomunikasi dengan DPD dan DPC Partai Demokrat seluruh Indonesia.

Sebelumnya, forum ini sudah meminta SBY turun dari kursi ketua umum karena dinilai gagal menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan.

“Boleh dikatakan puluhan ribu. Di seluruh Indonesia, kita sudah koordinasi dengan DPC, DPD,” tutur Sahat di Jalan T.B. Simatupang No. 9, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Sahat mengatakan para deklarator serta kader pernah menyampaikan kepada ke SBY secara tertulis. Hal itu dilakukan sekitar dua tahun yang lalu, namun tidak digubris.

Sahat mengatakan SBY menganggap selalu ada kader baru yang membelanya. Dia menyayangkan itu karena seharusnya SBY mendengarkan para senior di Demokrat.

“Dalam pikiran SBY ada kader baru selalu bela tapi enggak tahu sejarah sehingga SBY terlena,” ucap Sahat.

Sahat mengaku sengaja membeberkan hal ini kepada pers agar publik mengetahui. Dia mengamini aspirasi bisa disampaikan melalui forum internal. Akan tetapi, seperti diucapkan Sahat sebelumnya, SBY mengabaikan apa yang disampaikan para senior dan deklarator.

“SBY dengan kroninya selalu anggap enteng, abaikan deklarator dan seniornya. Makanya kami sampaikan ke rakyat,” ucap Sahat seperti dilansir Abadikini dari CNN Indonesia.

Sahat tak takut dirinya dan deklarator Demokrat lainnya ditindak oleh DPP Demokrat akibat meminta SBY turun dari kursi ketua umum. Dia menegaskan diri sebagai pendiri partai. Menurutnya, aneh jika ada yang memberi sanksi kepada pendiri partai.

“Itu kurang waras. Masa pendiri disuruh keluar dari rumahnya? Mana mungkin bisa memecat,” kata Sahat.

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut Sahat Saragih cs tidak patut mempermasalahkan kepemimpinan SBY sebagai ketua umum. Dia menegaskan para pendiri, meski senior sekali pun, tidak berhak melakukan evaluasi kinerja ketua umum.

“Yang punya hak suara melakukan evaluasi itu adalah DPD dan DPC. Forum Pendiri ini tidak ada dalam ADR/ART Partai,” kata Ferdinand melalui pesan singkat, Selasa (2/7/2019).

Ferdinand menyebut gerombolan Sahat cs tak paham aturan. Dia menyebut forum partai akan menindak Sahat dkk.

“Istilahnya mereka ini hanya kelompok yang sedang caper saja. Tak perlu ditanggapi serius, nanti mekanisme partai akan berjalan untuk memproses mereka ini secara aturan,” ucap Ferdinand.

Editor
Irwansyah
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close