Insiden Kapal Tenggelam di Alor Diduga Kelebihan Muatan

Abadikini.com, JAJARTA – KM Nusa Kenari mengalami karam di Tanjung Margeta, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu sekitar pukul 05.00 WITA. Tenggelamnya kapal diduga karena kelebihan muatan.

Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Kalabahi pukul 01.30 WITA dengan tujuan Desa Mademang Kecamatan Pureman itu, selain membawa puluhan penumpang, juga mengangkut semen dan beras.

Saat berlayar kapal tersebut membawa 800 sak beras ukuran 10 kilogram (kg), semen 100 sak 40 kg, seng 150 lembar dan BBM 10 jeriken.

Diberitakan bahwa kapal itu mengangkut empat anak buah kapal (ABK) yang dipastikan selamat, yakni nakhoda kapal Piterson Plaitukang (30), dan abk Yupiter Mukola (21), Luku Mlaikosa (22) dan Epenetus Kariplay (18).

Kepala Basarnas Maumere, I Putu Sudayana, mengatakan tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) berhasil menyelamatkan 45 dari sekitar 52 penumpang kapal, di antaranya mengalami luka ringan 4 orang dan 2 orang meninggal dunia.

Sementara lima orang belum ditemukan yakni dewasa 2 orang terdiri dari dua dewasa dan tiga orang anak.

“Dari delapan penumpang yang hilang, tiga sudah ditemukan. Masih ada lima yang masih dalam pencarian,” kata I Putu Sudayana kepada Antara.

KM Nusa Kenari berbobot 23 GT dikabarkan diterjang gelombang dan kemasukan air dari kiri kanannya, sehingga membuat kapal menjadi tidak stabil. Saat itu nakhoda berupaya mengarahkan kapal ke pantai. Namun kapal tenggelam sekitar 200 meter dari bibir pantai di Tanjung Margeta.

Editor
Selly
Sumber Berita
Cnn

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button