Konsumsi Minuman Mengandung Gula Berisiko Mengalami Kematian Dini

Abadikini.com, JAKARTA –  Konsumen yang gemar mengonsumsi produk minuman mengandung gula berisiko mengalami kematian dini. Sebab minuman tersebut memicu masalah kardiovaskular.

Baca Juga

Efek berbahaya dari gula ini didokumentasikan dalam jurnal JAMA Network. Penelitian mencoba meneliti efek mematikan ini melalui jenis minuman dengan gula tinggi, bahkan sampai jus yang memiliki kandungan buah alami sekalipun.

Studi menyebutkan, mengonsumsi jus buah dalam jumlah berlebihan menyebabkan peningkatan risiko kematian dini mulai dari 9 hingga 42 persen. Selain itu, risiko kematian juga tergantung dari jenis penyakit pribadi yang disandang konsumen.

“Seperti apakah konsumen menderita obesitas, dan penyakit lainnya,” tulis Jean A. Welsh, rekan penulis studi dan asisten profesor di Departemen Pediatri di Universitas Emory, Atlanta.

Meski gula yang digunakan adalah pemanis alami, efek gula dalam jus buah juga bisa berdampak buruk untuk tubuh. Apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan.

Bahkan, menurut penelitian tersebut, efek berbahaya dari gula yang ditemukan dalam jus jeruk serupa dengan gula yang terkandung dalam soda dan minuman manis lainnya.

“Minuman manis, baik minuman ringan atau jus buah, harus dibatasi,” ungkap Welsh.

Peringatan tentang bahaya penyakit kardiovaskular sudah dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Tujuh kota AS, termasuk New York dan yang terbaru Philadelphia, membatasi minuman manis dengan mencanangkan kebijakan pemungutan pajak untuk setiap minuman manis yang diproduksi.

Kebijakan ini juga diterapkan dengan maksud mengurangi risiko obesitas dan diabetes yang kini marak menyerang anak-anak. Diperkirakan penyakit-pentakit tersebut makin marak karena kebiasaan masyarakat AS yang gemar mengonsumsi soda dan minuman manis lainnya.

“Obesitas, diabetes, dan trigliserida tinggi (sejenis lemak yang ditemukan dalam darah) sering dikaitkan karena asupan gula berlebihan. Banyak penelitian melihat bagaimana penyakit ini berdampak pada risiko kematian,” tandasnya.

Editor
Sulasmi
Sumber Berita
Medcom
Back to top button