Jokowi dan Prabowo Harus Bertemu untuk Cairkan Suasana Pasca Pemilu

Abadikini.com, JAKARTA – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dikabarkan menolak semua utusan yang ditugaskan Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) untuk berkomunikasi dengan Prabowo. Lantas apa urgensi pertemuan tersebut?

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan menilai pertemuan antara Jokowi dan Prabowo sangat penting dilakukan untuk mencairkan polarisasi di masyarakat. Polarisasi tersebut timbul akibat kampanye yang ekstrem yang melampaui keadaban politik melalui hoaks, penistaan, hinaan, bahkan cenderung memecah belah.

“Pertemuan atau silaturahim akan meneladankan pada masyarakat bahwa kompetisi itu adalah kemestian dalam demokrasi dan kebersamaan adalah jati diri warga bangsa. Klaim kemenangan masing-masing paslon cukup ditempatkan sebagai pembanding untuk kemudian tunduk pada hasil hitungan resmi KPU nanti,” ujarnya seperti dilansir dari laman SINDOnews, Minggu (28/4/2019).

Ketika disinggung apakah ajakan bertemu dari Kubu Jokowi sifatnya lobi politik atau murni pertemuan untuk menurunkan tensi politik pasca Pilpres 2019? Menurut dia, apapun bentuknya pertemuan dua kompetitor pasca kompetisi di ranah publik pasti akan berdampak pada mencairnya ketegangan dan polarisasi di masyarakat dan itu jauh lebih penting dibandingkan kemenangan itu sendiri.

“Ini menyangkut rajutan kebangsaan yang bila dibiarkan akan mengoyak kebersamaan sekaligus merapuhkan agenda pembangunan,” kata dia.

Menurut Bakir Ihsan, secara politik siapapun pemenangnya pertemuan akan membuka banyak ruang bagi negosiasi untuk penguatan pemerintahan ke depan. “Bila kubu yang kalah tidak mau berkoalisi maka sang pemenang bisa menguatkan bangunan koalisinya,” ucap Bakir Ihsan.

Editor
Rafael N
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button