Deklarasi Menang Berkali-Kali, La Nyalla: Saya Kasihan Sama Pak Prabowo

Abadikini.com, SURABAYA – Founder Yayasan La Nyalla Academia (salah satu relawan pendukung Jokowi-Maruf Amin), La Nyalla Mahmud Mattalitti merasa kasian dengan capres 02 Prabowo Subianto karena kerap kali mau dibisiki info sesat dari orang disekitarannya sehingga menggelar deklarasi berkali-kali.

”Aneh, dan sebenarnya lucu juga. Saya sebenarnya kasihan sama Pak Prabowo, kok ya mau dibisiki info-info sesat,”ka La Nyalla kepada media di Surabaya, Jumat (19/4/2019).

Menurut La Nyalla, kubu Prabowo sedang memainkan opini bahwa quick count adalah hoaks dan KPU telah bersekongkol dengan kubu Jokowi. “Propaganda terus dilakukan kubu Prabowo, bahkan dengan sujud syukur dan menggelar syukuran,” ujarnya.

Untuk itu, La Nyalla berpesan kepada seluruh pendukung Jokowi, khususnya relawan La Nyalla Academia, agar terus bergerak mengawal penghitungan suara dari tingkat kecamatan sampai nasional.

”Jangan hiraukan manuver provokatif yang dilancarkan kubu 02, seolah-olah mereka menang. Kita tetap tegak lurus, kawal suara rakyat untuk memastikan kemenangan Pak Jokowi sampai nanti diumumkan resmi oleh KPU,” imbuhnya.

Agar masyarakat tidak terpengaruh opini kubu Prabowo, La Nyalla mengajak semua pendukung Jokowi untuk mengglorifikasi dan memaksimalkan opini tentang kemenangan 01. Namun, glorifikasi itu tak perlu dilakukan berlebihan. Cukup dengan cara sederhana dan elegan, seperti potong tumpeng, doa bersama, santunan anak yatim, aktif mengunggah beragam ekspresi ceria pendukung Jokowi di media sosial, dan berbagai kegiatan kreatif lain.

”La Nyalla Academia sendiri kemarin sudah cukur rambut masal bersama ratusan relawan di Surabaya. Sebentar lagi kami juga gelar tumpengan di sejumlah titik, serta santunan anak yatim sembari meminta doa para anak yatim agar Indonesia terus maju di bawah kepemimpinan Pak Jokowi,” beber La Nyalla.

”Intinya, publik jangan sampai percaya dengan klaim-klaim yang tidak berdasar dari kubu 02. Juga jangan terbawa opini 02 yang coba mendelegitimasi KPU,” pungkasnya.

Editor
Irwansyah
Topik Berita

Berita Terkait

Berita Terkait

Close
Back to top button
Close