Kebohongan Ilmuwan atas Penemuan dan Karirnya

Sekian banyaknya penemuan besar yang tercatat dalam sejarah, tidak sedikit ilmuwan yang berbohong atas penemuannya itu. Bahkan penemuannya tersebut ada yang didapatkannya berasal dari manipulasi atau rekayasa semata.

ilmuwan yang berbohongpixabay.com

Namun dari sekian banyak ilmuwan yang berbohong. Ternyata memiliki alasan sendiri. sebuah artikel berjudul “Why Scientists Lie and What to Do about It” yang dimuat American Thinker, disebutkan setidaknya ada lima alasan seorang ilmuwan berbohong tentang apa yang dikerjakannya.

Pertama barangkali yang paling jamak dilakukan dan umum diketahui banyak orang, yakni keuntungan. Kedua adalah karena kemalasan dan ingin serba mudah. Ketiga, alasan mengapa ilmuwan berbohong adalah tekanan karir.

Kehobongan keempat yang dilakukan oleh ilmuwan adalah atas dasar ideologi yang dia pegang. Lalu siapa saja yang ilmuwan yang berbohong Atas penemuan dan karirnyanya sendiri?

Charles Dawson

Ilmuwan yang berbohong atas penemuannya selanjutnya adalah Charles Dawson. Dia adalah seorang arkeolog amatir asal Inggris. Pada 1912 dia dengan yakin mengatakan bahwa telah menemukan tulang kepala, gigi dan rahang di sebuah lubang penggalian di Piltdown, Sussex, Inggris. Tengkorak Manusia Piltdown ini tampak seperti setengah manusia dan setengah kera.

Dawson mengklaim telah menemukan rantai yang hilang antara manusia dan kera, dia menamai temuannya Eoanthropus dawsoni. Selang 40 tahun kemudian, para ilmuwan lewat pengujian modern yang dapat dipertanggung jawabkan mereka dapat membuktikan bahwa tengkorak temuan Dawson umurnya hanya beberapa ratus tahun.

Selain itu, tulang rahangnya berasal dari tulang rahang orang utan, begitu juga dengan giginya ternyata dari gigi gajah dan kuda nill.

Wolfgang von Kempelen

Wolfgang von Kempelen disebut-sebut sebagai ilmuwan yang berbohong. Pasalnya seorang insinyur Hongarianitu pada 1770 mengklaim berhasil menemukan Turk Mekanis atau robot pecatur alias mesin permainan catur. Mesin robot ini awalnya dipercaya mampu bermain catur melawan manusia.

Selama beberapa tahun Turk mengelilingi Eropa dan Amerika Serikat untuk menunjukkan kemampuannya mengalahkan lawan-lawannya, tak kurang dari negarawan sekelas Napoleon Bonaparte dan Benjamin Frankin bertekuk lutut mengakui kehebatan pecatur robot ini.

Pada 1829-an, akhirnya kebohongan pun terbongkar. Saat itu Edgar Allan Poe berhasil membuktikan bahwa seorang master catur bertubuh kecil telah disembunyikan sebagai operator di dalam mesin catur tersebut.

Rant Mullens

Pada 1920-an, Rant Mullens menghebohkan dunia atas penemuan jejak kaki Bigfoot di Northwest. Atas penemuannya itu, dengan percaya diri dia mengatakan akan membantu pencarian wujud asli Bigfoot.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, penemuannya itu terpatahkan. Para ilmuwan sepakat bahwa tidak mungkin ada binatang berkaki dua dengan tubuh raksasa berjalan dengan santai diantara turis dan binatang-binatang liar lainnya di tempat-tempat umum.

Dr. J. Griffin

Ilmuan yang berbohong terakhir adalah Dr. J. Griffin. Dia adalah seorang berkebangsaan Inggris dan anggota British Lyceum of Natural History. Pada 1842, dia tiba di Kota New York dan membawa seekor ikan duyung yang diduga terdampar di Kepulauan Fiji, Pasifik Selatan.

Sebuah pertunjukan di American Museum, ikan duyung Fiji pun dipertontonkan, sosoknya jauh dari gambaran seorang wanita cantik, melainkan menyerupai bangkai kering seekor kera berbadan ikan.

Kemudian apa yang dibawa hasil penemuan Griffin pun terbongkar, bahwa hal itu bohong adanya. Para Peneliti museum setempat mengatakan sesungguhnya adalah bangkai kera yang dimumi melalui teknik Taksidermi (male)

Topik Berita
Back to top button
Close