Sri Mulyani Jadi Menkeu Terbaik se-Asia Pasifik, Fadli Zon Nyinyir Lagi

Abadikini.com, JAKARTA – Politikus sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon melayangkan cibiran pada Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mendapat gelar Menteri Keuangan (Menkeu) terbaik di Asia Pasifik. Fadli berkata gelar itu tak mencerminkan kebanggaan Indonesia.

Kritikan Fadli merupakan yang kedua kalinya setelah tahun lalu ia mengucapkan hal serupa ketika Sri Mulyani mendapat gelar Menteri terbaik di dunia. Penghargaan itu diberikan oleh World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab.

Ini adalah ketiga kalinya Sri Mulyani mendapat gelar menteri keuangan terbaik versi FinanceAsia. Sebelumnya ia mendapat gelar tersebut pada tahun 2017 dan 2018.

Salah satu pencapaian Sri Mulyani yang disorot FinanceAsia adalah kemampuannya menjaga stabilitas rupiah di tengah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Ia pun tercatat membuat defisit anggaran menjadi lebih rendah dalam enam tahun terakhir.

Masih pada tahun ini, Sri Mulyani juga mendapat gelar Menteri Keuangan Terbaik versi The Banker. Pemimpin IMF Christine Lagarde pun turut memuji prestasi Sri Mulyani dan menyatakan penghargaan itu pantas diraih olehnya.

Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai Menkeu Terbaik di Asia Pasifik versi majalah keuangan FinanceAsia pada 2 April 2019.

Sebelumnya, FinanceAsia telah menobatkan Sri Mulyani sebagai Menkeu terbaik se-Asia Pasifik pada 2017 dan 2018.

Menurut FinanceAsia, Sri Mulyani berhasil membawa ekonomi Indonesia ke arah lebih baik dengan mencatatkan defisit anggaran terendah dalam enam tahun terakhir pada 2018 (1,76 persen dari produk domestik bruto/PDB). Demikian mengutip dari keterangan tertulis, Kamis (4/4/2019).

Melalui program amnesti pajak yang diluncurkan pada 2016-2017, Sri Mulyani berhasil meningkatkan kepatuhan pajak yang pada akhirnya berhasil meningkatkan penerimaan perpajakan.

Melalui Global Green Sukuk, Sri Mulyani juga mengantarkan Indonesia menjadi negara Asia pertama yang menjual green bonds, surat utang yang digunakan secara spesifik membiayai proyek-proyek untuk iklim dan lingkungan yang terjual hingga USD 1,25 miliar.

Selain itu, di tengah pelemahan nilai tukar seiring perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) juga dinilai berhasil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

  • 45
    Shares
Editor
Nabila Sarah
Sumber Berita
Liputan6
Topik Berita

Baca Juga