Doa Menggema untuk Sang Legenda Tendangan Gledek Eri Irianto

Abadikini.com, SURABAYA – Senja kelam 19 tahun lalu, si nomor punggung 19 Eri Irianto menghembuskan nafas terakhirnya. Kehilangan besar dirasakan seluruh pecinta sepak bola tanah air.

Sang penendang gledek, demikian Eri dikenal oleh pecinta sepakbola di Indonesia. Merujuk pada tendangan jarak jauh kerasnya yang selalu menghujam gawang lawan. Dari luar kotak penalti, tendangan keras Eri selalu ditakuti para penjaga gawang.

Gelandang bertenaga kuda yang bermain untuk Persebaya ini menghembuskan nafas terakhir setelah mengalami serangan jantung. Benturan keras di lapangan saat laga  melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya membuatnya pingsan di tengah lapangan.

Setelah dilarikan ke RSU dr Soetomo, nyawa Eri tak bisa tertolong akibat serangan jantung itu. Semua Bonek dan warga Surabaya tak akan pernah lupa dengan sosok “ngeyel” yang bermain di lapangan tengah Green Force.

Tentu saja, tendangan gledeknya masih menjadi role model para midfilder di Indonesia untuk bisa membungkus kemenangan.

Penghormatan pun terus dilakukan Persebaya dan para Bonek. Mereka pensiunkan  nomor punggung 19 dan mengabadikan nama Eri Irianto sebagai mes pemain Tim Bajol Ijo. Di sepanjang jalan, mural Eri Irianto masih menghaiasi jalanan Kota Pahlawan.

Tepat hari ini, 3 April 2019, selama 19 tahun yang lalu Eri Irianto meninggalkan para Bonek. Pertandingan  Persebaya melawan Madura United sore tadi menjadi panggung untuk mengingat sang legenda.

Para Bonek dan Bonita memberikan tepuk tangan serentak bersama 50 ribu Bonek di stadion Gelora Bung Tomo di menit ke-19. Gemuruh tepuk tangan selama semenit itu terus mengendapkan nama Eri Irianto di hati para pecinta sepak bola.

“Kami semua tak akan lupa Eri Irianto. Namanya selalu jadi perbincangan saat kami berangkat nonton bola atau nongkrong di warung kopi,” kata Usman Ishaqi, salah satu Bonek.

Editor
Novel D
Sumber Berita
sindonews
Topik Berita

Berita Terkait

Berita Terkait

Close
Back to top button
Close