Lahan Kritis Kabupaten Beltim Capai 30 ribu hektar

Abadikini.com, MANGGAR – Lahan kritis atau rusak di Kabupaten Belitung Belitung Timur mencapai 30.865,75 hektar atau 12 persen dari seluruh lahan yang ada. Diperkirakan setiap tahun, jumlah lahan kritis akan bertambah seiring pembukaan lahan baru areal pertambangan.

Hasil penilaian citra untuk pemetaan areal lahan di Kabupaten Beltim, dalam laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) siswa SMK Kehutanan Negeri Kadipaten Kabupaten Majelengka menyebutkan saat ini lahan baik atau tidak kritis hanya sekitar 44.271,33 hektar. Sedangkan 72.864,58 hektar merupakan lahan potensial kritis dan lahan agak kritis sudah mencapai 109.862,05 hektar.

“Setiap tahun lahan kritis di Belitung Timur bertambah. Karena kebanyakan lahan bekas pertambangan ini dibiarkan begitu saja, tidak diolah kembali,” ungkap Anita Dilla H, siswi SMK Kehutanan Majalengka, saat presentasi di hadapan wakil Bupati Beltim, Burhanudin dan Kepala UPT Gunung Duren Nurdiansyah di ruang rapat Bupati Beltim, Selasa (26/3/19).

Dari hasil PKL-nya, Anita memaparkan lahan kritis paling banyak berada di Kecamatan Gantung, yakni mencapai 11.822,85 hektar, atau 38 persen dari total lahan kritis yang ada di Kabupaten Beltim.

“Di sana memang paling banyak lokasi tambang, yang belum diolah. Seharusnya begitu tambang selesai langsung dilakukan reboisasi atau penghijauan kembali,” kata Anita.

Anita pun menyarankan agar Pemkab Beltim lebih intens dalam mengembangkan program perhutanan sosial. Di mana di dalamnya terdapat hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat dan hutan kemitraan.

“Sebenarnya selama ini program tersebut sudah dikembangkan, cuman masih sebagian. Kita berharap dapat dikembang sepenuhnya dari Pemkab Beltim,” harap Anita.

Sementara itu Wakil Bupati Beltim, Burhanudin berharap hasil PKL SMK Kehutanan Majelangka dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat lokal di Kabupaten Beltim, khususnya terhadap pemanfaatan dan penataan batasan kawasan.

“Ini adalah momentum awal bagi masyarakat lokal untuk berkolaborasi dengan anak-anak SMK Kehutanan dalam rangka menjaga dan memelihara serta bertukar informasi mengenai masalah kehutanan,” kata Aan sapaan akrab Burhanudin.

Wabup menekankan kehadiran SMK Kehutanan di Kabupaten Beltim telah membantu pemerintah serta masyarakat lokal dalam memetakan kondisi kawasan hutan yang ada.

“Kita inginnya PKL ini tidak berhenti di sini, karena banyak memberikan manfaat bagi masyarakat dan desa. Seperti masalah Hutan Kawasan Masyarakat selama ini kan terbatas kita, dengan adanya mereka kita terbantu dalam melakukan tata batas hutan yang ada di desa,” ujar Aan.

PKL diikuti oleh 25 siswa kelas IX SMK Kehutanan Negeri Kadipaten Majalengka. PKL berlangsung selama kurang lebih satu bulan dari 26 Februari 2019. Setelah ini PKL akan berlanjut lagi satu bulan di Dinas Kehutanan Provinsi Kepualauan Bangka-Belitung.

Editor
Irwansyah

Baca Juga

Back to top button