Bupati Konawe Utara Bertekad Jadikan Lumbung Jagung di Sultra

Abadikini.com, KENDARI – Menjadi lumbung jagung di Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan harapan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Konawe Utara, harapan dan cita-cita itu lahir sejak 2017.

Pemerintah daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah itu, terus berbenah sehingga espektasi itu menjadi fakta yang diharapakan penopang ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, untuk 2019 ini menargetkan penanaman tanaman jagung seluas 1.500 hektare guna mewujudkan tekad menjadikan Konawe Utara sebagai lumbung jagung di provinsi itu.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin mengatakan, lokasi atau lahan penanaman komoditas jagung tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di daerah itu.

“Kami memang bertekad menjadi sentra produksi jagung terbesar di Sultra, salah satu alasannya karena di daerah ini masih terdapat lahan cukup luas untuk pengembangan komoditas tersebut,” kata Ruksamin kepada media, Sabtu (9/3/2019) seperti dikutip dari Antara.

Selan itu kata dia, Konawe Utara juga sudah mendapat dukungan dari pemerintah pusat bahwa Konawe Utara bisa menjadi lumbung jagung yang dicanangkan sejak 2017 lalu Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat melakukan penanaman perdana jagung hibrida di Desa Tetewatu Kecamatan Wiwirano pada Januari 2017.

Saat itu, Menteri Pertanian menargetkan mampu menanam jagung seluas 10.000 hektare selama 2017 yang langsung disanggupi pemerintah setempat. “Sejak saat itu kami intens melakukan dan memperluas arela tanam jagung dengan rata-rata produktivitas 6 ton per hektare. Sedangkan total produksi jagung di Konawe Utara tahun 2018 sebanyak 5.087,46 ton pipilan kering,” katanya.

Pemerintah Konawe Utara terus mendorong warga untuk menanam jagung dan menjadikan sebuah gerakan masif agar bisa meningkatkan kesekahteraan warga. Upaya yang dilakukan pemerintah guna mendorong dan memotivasi masyarakat untuk menanam jagung yakni penyediaan alsintan untuk pengolahan lahan sampai pascapanen, penyediaan benih jagung.

“Kemudian melakukan peningkatan SDM petani melalui pendampingan dan pengawalan langsung tentang teknis budidaya yang baik dan benar sampai pascapanen,” katanya.

Dikatakan, terkait pemasaran hasil panen tidak ada masalah, karena ada perusahaan yang bisa membeli berapapun hasil produksi petani termasuk pemerintah melalui Bulog siap membeli hasil panen asalkan kategori berkualitas.

Kategori berkualitas yang dimaksud Bupati adalah jagang sesuai standar pembelian dengan kadar air di bawah 14 persen. “Kalau komoditas jagung itu dijual dengan harga dasar pembelian Bulog yakni Rp3.150 hektare maka pendapatan masyarakat ketika memiliki lahan satu hektare mencapai Rp17 juta,” katanya.

Ia mengatakan, lama tanam jagung tersebut selama empat bulan, artinya bisa melakukan penanaman dua kali setahun sehingga pendapatan warga bisa Rp34 juta per hektar untuk setahun. “Ini sebuah penghasilan yang menjanjikan bagi warga jika ingin konsen menanam jagung,” katanya.

yakin, jika warga bisa sejalan dengan pemerintah untuk mengembangkan jagung maka akan meningkatkan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahtetaan masyarakat.

“Pemerintah Konawe Utara sangat serius masalah pengembangan jagung ini untuk mendorong perekonomian daerah menjadi lebih baik, khususnya di bidang pertanian,” katanya.

Editor
Muhammad Saleh
Sumber Berita
Antara
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button