Kandungan Gizi Kepompong Ulat Jati Menurut Peneliti

Abadikini.com – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Suharwadji Sentana meneliti kandungan gizi pada kepompong ulat daun jati sebagai sumber gizi alternatif lokal. Analisis komposisi kimia kepompong ulat daun jati dilakukan di Laboratorium Kimia, UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia LIPI Gunungkidul, Yogyakarta.

Dia menggunakan metode AOAC (1984), yang meliputi kadar air dengan cara thermogravimetri, protein dengan Mikro Kjeldahl, lemak dengan ekstraksi Soxhlet, dan kadar abu dengan thermogravimetri. Sedang serat menurut metode yang dikembangkan oleh Apriyantono (1989).

ilustrasi kepompong ulat (pixabay.com)

Kandungan gizi yang meliputi protein, lemak, serat, abu, dan air dari kepompong ulat daun jati kemudian dibandingkan secara deskriptif dengan kandungan gizi pada komoditas lain yang sering dikonsumsi masyarakat, yaitu telur ayam telur itik, daging ayam, daging itik, daging sapi, daging domba, daging kambing, kepiting, ikan ekor kuning, dan ikan teri nasi.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepompong ulat jati mengandung protein cukup tinggi, yaitu 13,9 persen,” tulis Suwardji dalam website LIPI.

Kandungan protein kepompong ulat jati setara dengan ikan ekor kuning, teri nasi segar, dan kepiting. Tetapi sedikit di bawah daging ayam, itik, kambing, domba, dan sapi, serta sedikit di atas telur ayam dan telur itik.

Kandungan gizi lainnya adalah 2,3 persen lemak; 2,4 persen serat; 1,0 persen abu; dan 75,1 persen air. “Kepompong ulat pohon jati dapat dipakai sebagai sumber gizi alternatif pengganti daging, telur, dan ikan,” tulis Suharwadji lagi.

Editor
Selly
Sumber Berita
Tempo

Baca Juga

Back to top button