Mengapa Saya Memilih Partai Bulan Bintang

“Mengapa kamu memilih PBB ?” dan judul saya ubah “kamu” menjadi “saya” karena pertanyaan ini sangat sering ditanyakan kepada saya. Bahkan banyak statement disampaikan kepada saya karena selalu GAGAL, “seandainya saya berada di parpol lain selain PBB, pasti saya jadi anggota DEWAN”.

Lalu saya harus menjawab apa?, berkali2 dan tahun ini adalah ke-3 kalinya sy maju menjadi CALEG DPRD dari PBB dengan DAPIL 3 Jakarta Utara (Tg.Priok, Pademangan dan Penjaringan).

Apakah saya KAPOK atau saya merasa MENYESAL?

Tentunya saya akan menjawab “tidak” , saya punya alasan kuat yg argumentatif dan sejalan dengan prinsip hidup saya sejak saya mengenal bagaimana menjadi seorang “idelalis” yg selalu berjalan konsisten dan komitmen dalam menegakkan kebeneran yg bernafaskan nilai2 ajaran agama saya yaitu ISLAM.

Saya menjadi anggota PARPOL pertama kali thn 1998, dan tempat saya berlabuh dari sekian banyak parpol pd saat itu, hanya PBB lah yg saya pilih sebagai sarana pilihan saya untuk berjuang dalam dunia politik. PBB satu2nya PARPOL yg masih berazas kan ISLAM moderat ditengah hiruk pikuknya gelombang modernisasi dan masuknya berbagai paham2 modern dalam khazanah pemikiran2 moderat saat ini.

Pendewasaan PEMIKIRAN saya diawali masuknya saya menjadi kader HMI pada tahun 1987, sejak kuliah saya banyak membaca pemikiran TOKOH2 MASYUMI, dan saat itu saya punya analisa sendiri tentang “mereka”, dan “mereka” adalah para FOUNDING FATHER yg sesungguhnya walaupun jarang terekpose dalam buku sejarah di sekolah2, dan “merekalah” yg banyak menyumbangkan pemikiran2nya untuk bangsa ini yg dijadikan landasan2 bernegara dan berbangsa oleh negara kita saat ini, pemikiran2 ISLAM mereka masukan dalam Dasar Negara kita dan hukum2 postif yg sampai saat ini masih banyak digunakan oleh negara kita. Keteladanan hidup sederhana dan toleransi mereka pun saya sangat kagumi, ditengah mereka menjabat menjadi PERDANA MENTERI maupun MENTERI, tidak ada satupun diantara mereka menggunakan kekuasaannya untuk diri pribadi, golongan atau kelompok. Setiap lembar2 demi lembar saya membaca kisah mereka titik air mata saya selalu menetes tanpa saya rasakan, sambil saya berguman dalam hati, “masihkah ada orang2 seperti mereka diabad ini??”.

Keberanian dan kecerdasan mereka beradu argumentasi dengan para penjajah BELANDA di era sebelum kemerdekaan dan di era awal kemerdekaam pun mereka diuji oleh para tokoh2 PKI dan SOSIALIS lainnya mereka tidak pernah gentar dan kehilangan akal cerdasnya dalam mendirikan negara ini, walaupun sampai mereka ditahan dan di dzholimi.

Mungkin saya banyak terpengaruh oleh bacaan dan mengambil inspirasi perjuangan para tokoh2 MASYUMI, sehingga saya banyak belajar untuk konsisten dan komitmen di PBB sejak awal berdiri dan yg pertama kali pula saya masuk dalam dunia politik. Selain itu alasan saya di PBB saya mendapatkan dua amalan ibadah yaitu dunia nya saya mengabdi untuk negara saya untuk NKRI yg saya cintai, kedua saya mendapatkan kebaikkan akherat nya yaitu saya berjuang di PBB yg berazaskan ISLAM yg memperjuangkan kaidah2 ajaran ISLAM kedalam hukum2 positif di INDONESIA.

Dan saat ini di era modern tidak ada satu partai pun yg tegas dan berani mengatakan PARPOL ISLAM yg dituangkan ke dalam AD/ART nya, karena tidak akan laku dijual atau dipilih oleh masyrakat modern saat ini dan dianggap kurang intelek dan populis disaat issue agama tidak akan mampu mengeser pola kehidupan yg serba bebas tanpa batas. PBB tetap berjalan walaupun terseok-seok dan tidak lolos dalam 10 tahun terakhir dalam PEMILU. Konsistensi serta komitmen KETUA UMUM dan KETUA MAJELIS SYURO PBB yg juga guru POLITIK saya sejak di PBB, membuat saya pun tak bergeser atau niat untuk pindah PARPOL, dengan alasan dan argumentasi yg saya jelaskan diatas.

Menjelang PEMILU 2019, PBB mengambil sikap POLITIK yg berbeda dengan arus kondisi saat ini, yg bahkan oleh sebagian pengamat dan tokoh2 nasional adalah sikap bunuh diri. Manuver POLITIK yg dilakukan PBB tentu ada alasan yg mungkin sulit dijelaskan pada saat proses PEMILU akan berlangsung, dan tentunya bagi PARPOL dikubu 02 ini membawa berkah tumpahan suara yg semula ber-ramai2 ke PBB sekarang mereka memilih lainnya dan bagi kubu 01 akan menjadi saingan serta dianggap sebagai destroyer dalam kubu mereka.

Sejak dulu MASYUMI selalu melakukan politik yg tak dianggap biasa dan sering membingungkan lawan politiknya, tetapi pada intinya adalah bagaimana BERPOLITIK CERDAS dan TUJUAN sesungguh tercapai, karena dalam politik selalu dinamis dan penuh dengan siyasah yg tentu berbeda dengan gerakan ORMAS.

Saat ini saya fokus pada PEN-CALEG-AN, walaupun terasa berat dengan saya ditinggali oleh sahabat2 seperjuangan yg selama ini bersama2 melawan PENISTA AGAMA, tantangan buat saya dan buat PBB tentunya, tapi saya TIDAK AKAN MUNDUR sejengkalpun, karena saya yakin ALLAH MAHA TAHU apa yg sedang kami lakukan untuk umat ISLAM ke- depannya, di PARLEMEN lah perjuangan kami sesungguhnya seperti yg telah dilakukan para tokoh2 MASYUMI sebelumnya.

Hari ini mungkin hinaan yg kami dapat, dan esok bisa saja KITA BERHASIL membwa PBB sukses jika ALLAH berkehendak walaupun nanti tanpa PUJIAN seperti biasanya. Hikmahnya kondisi saat ini banyak yg semakin tau dan semakin mengenal PBB, karena menjadi viral baik di MEDSOS maupun media2 lainnya baik itu postif maupun negatif, dulu tidak ada yg mengenal PBB dan perjuangannya, bagaiman PBB bisa mendorong ACEH menjadi provinsi sendiri dengan menjalankan SYARIAT ISLAM sebagai landasan hukum nya sebagai konsekwensi damai antara pihak yg ingin ACEH MERDEKA dengan PEMERINTAH INDONESIA, dan yg memeberikan nama NANGROE ACEH DARUSSALAM adalah guru saya yg menjabat ketua umum PBB saat ini, dan juga UU yg jumlah mungkin 100 smape 200an yg lahir dari hasil pemikiran beliau yg jarang ter-ekpose. Dan juga kisah pada saat diparlemen awal2 REFORMASI, fraksi PBB di DPR satu2 PARPOL yg berani menolak UU yg bertentangan dengan ajaran ISLAM dengan dramatis dan lagi2 tidak terekpose oleh media.

Banyak kisah2 perjuangan PBB walaupun dianggap partai gurem, di segani kawan dan ditakuti lawan. Semoga sahabat2 saya, saudara2 saya dan semua yg saya kenal selama ini paham dan tentunya mengerti bahwa saya masih tetap sejalan dan berkomitemen dalam menegakkan amar mahruf wanahi munkar, dan hanya kepada ALLAH lah saya berserah diri.

Oleh: Jamron

  • 98
    Shares
Editor
Muhammad Saleh
Topik Berita

Baca Juga