Tahun 2040, Penyakit Ini Makin Banyak Makan Korban

Abadikini.com – Berdasarkan studi The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang diterbitkan jurnal medis internasional The Lancet, memproyeksikan peningkatan signifikan dari kematian yang disebabkan penyakit-penyakit tidak menular.

Penyakit-penyakit tersebut antara lain diabetes, gangguan paru kronik obstruktif (COPD), penyakit ginjal kronis, kanker paru-paru, serta penyakit-penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

Pada tahun 2016, sepuluh penyebab utama kematian di Indonesia adalah penyakit jantung iskemik, stroke, TBC, diabetes, komplikasi dari kelahiran prematur, kecelakaan lalu lintas, infeksi saluran nafas bagian bawah, penyakit-penyakit diare, encephalopathy neonatal yang disebabkan oleh asfiksia dan trauma, dan cacat bawaan lahir.

Diperkirakan pada tahun 2040, penyebab utama kematian adalah penyakit jantung iskemik, stroke, diabetes, penyakit ginjal kronis, TBC, Alzheimer, gangguan paru kronik obstruktif (COPD), penyakit jantung hipertensi, penyakit-penyakit yang disebabkan oleh diare, serta infeksi saluran pernafasan bawah.

Para peneliti menyimpulkan bahwa masih ada “kesempatan besar untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dari kondisi kesehatan” dengan memperhatikan berbagai faktor risiko utama, seperti pendidikan dan income per kapita.

“Masa depan kondisi kesehatan di dunia, tidak sepenuhnya ditentukan oleh takdir, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang masuk akal,” kata Dr. Kyle Foreman, Director of Data Science-Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Universitas Washington, yang juga merupakan penulis utama dari studi ini.

Tetapi apakah kita dapat melihat perubahan yang signifikan atau kondisi yang stagnan? Foreman mengatakan hal ini tergantung pada seberapa bagus atau buruknya sistem yang ada dalam mengatasi dan menangani berbagai faktor penentu utama masalah kesehatan.

“Lima penentu utama masalah kesehatan yang paling dapat menjelaskan seperti apa gambaran tentang kematian premature di masa mendatang adalah tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh yang tinggi, kadar gula darah yang tinggi, kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol. Sedangkan polusi udara ada di urutan ke-enam,” papar Foreman.

Para peneliti IHME mengolah lebih jauh data dari Studi Global Burden of Disease (GBD) untuk menghasilkan prakiraan ini dan membuat alternatif skenario ‘lebih baik’ dan skenario ‘lebih buruk’ terhadap usia harapan hidup serta mortalitas yang mengacu pada 250 penyebab kematian di 195 negara dan wilayah.

Para peneliti menghasilkan prakiraan atas faktor-faktor penentu independen dari berbagai kondisi kesehatan, termasuk pengukuran sosiodemografi tentang kesuburan, income perkapita, lamanya jenjang pendidikan, serta 79 faktor-faktor kesehatan lainnya, antara lain merokok, indeks massa tubuh yang tinggi, kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi.

Kemudian mereka menggunakan dan meramu informasi yang diperoleh tentang bagaimana faktor-faktor independen ini mempengaruhi penyebab kematian yang spesifik untuk mengembangkan prakiraan atas mortalitas.

Variasi dari temuan berdasarkan skenario ‘lebih baik’ dan ‘lebih buruk’ memungkinkan para pemangku kepentingan untuk menelaah berbagai potensi perubahan untuk meningkatkan sistem kesehatan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Skenario-skenario ini menawarkan pemahaman baru dan bantuan dalam merumuskan perencanaan kesehatan, khususnya saat terjadi kelambanan, antara investasi awal dan dampak yang dihasilkan, misalnya riset dan pengembangan untuk obat-obatan,” papar Christopher Murray.

Selain menggugah perhatian dari berbagai kalangan akan semakin seriusnya kondisi penyakit tidak menular, para analis juga memaparkan tentang sebuah resiko substansial atas kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS yang kembali muncul, yang dapat mengganggu pencapaian-pencapaian dalam aspek usia harapan hidup di sejumlah negara di Afrika sub-Sahara.

Lebih dari itu, di saat penyakit tidak menular diproyeksikan akan meningkat di negara-negara dengan pendapatan rendah, penyakit-penyakit menular, penyakit yang berhubungan dengan kehamilan, neonatal, serta penyakit karena nutrisi akan tetap merupakan penyebab utama kematian muda, hal ini mengakibatkan terjadinya ‘beban ganda penyakit’

Sumber Berita
Male
Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close