BBM Pesawat Indonesia Mungkin Minyak Wangi

Abadikini.com, ACEH – LUKMAN Age, Bendahara DPP Partai Nanggroe Aceh, menulis status di Facebooknya tentang tiket pesawat domestik yang kenaikan harganya gila-gilaan dalam sepekan terakhir.

“Masih tentang tiket pesawat, Banda Aceh (BTJ) ke Perth, Australia, via Kuala Lumpur hanya Rp 1.665.000. Sedangkan Banda Aceh ke Jakarta paling murah Rp 2.205.000. Mungkin pesawat di Indonesia BBM-nya pakai minyak wangi, maka mahal tiketnya,” tulis Lukman.

Status Lukman tersebut menuai komentar para netizen. Bahkan ada yang bercanda sebaiknya Aceh menjadi bagian Malaysia saja, karena harga tiket AirAsia dari Aceh ke Malaysia sangat murah, seperti lazimnya harga tiket pesawat domestik.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Prof Dr Ahmad Humam Hamid MA mengutip informasi yang dia peroleh dari temannya yang bekerja di imigrasi. Bahwa 80 persen penumpang AirAsia dari Indonesia setiba di Kuala Lumpur melanjutkan penerbangannya ke Jakarta, Bandung, atau Surabaya. Itu karena harganya lebih murah. “Jangan sampai nanti kebijakan ini membuat orang berpikir dua kali untuk tetap ‘menjadi’ orang Indonesia,” kata sosiolog lulusan Kansas University, Amerika Serikat yang doyan traveling ini.

Apa yang disampaikan Humam, senada dengan yang diutarakan pihak travel di Banda Aceh. Bahwa belakangan ini semakin banyak penumpang yang memilih terbang dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur lebih dahulu sebelum ke Jakarta atau sebaliknya, karena harga tiketnya lebih murah.

“Bagi yang berangkat pribadi, pastilah ia akan mencari alternatif yang murah. Artinya, dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur kemudian lanjut lagi ke Jakarta itu lebih murah, bisa dapat satu jutaan rupiah. Cuma masalahnya transit di Kuala Lumpur dua sampai empat jam, dan menggunakan paspor,” sebut pihak travel yang tak ingin namanya ditulis.

Ia juga mengatakan, saat ini sebetulnya harga tiket pesawat diberlakukan harga normal. Sebab masyarakat sedang menghadapi liburan, tahun baru, dan hari-hari besar keagamaan sehingga dari tahun ke tahun harga yang diberlakukan merupakan harga normal. “Setelah tahun baru dan liburan keberangkatan tak lagi ramai maka harga tiket turun lagi,” ungkapnya.

Ia tambahkan, di Garuda dan Lion Air ada kelas 1, 2, 3, 4, dan 5. Nah, apabila di kelas itu penumpangnya kosong maka turun ke harga bawah. Apabila nanti seat penuh dengan harga promo maka dalam satu hari disediakan 50 seat. Dan apabila pada hari itu jumlah seat tersebut habis maka harganya itu di atas promo. “Harga tiket ditentukan semua dari pusat, jadi kita hanya menjualnya saja,” katanya mengakhiri. (ak/serambi)

  • 39
    Shares

Baca Juga

Back to top button