Khofifah Ajak Gunakan Politik Santun Warga Sampang demi Menangkan Jokowi-Ma’ruf Amin

Abadikini.com, SAMPANG – Gubernur Jatim Terpilih Khofifah Indar Parawansa menghimbau masyarakat, khususnya warga Jatim untuk membangun demokrasi tanpa kekerasan. Terutama di tahun politik seperti saat ini dan pemilu 2019.

Baca Juga

Hal itu ia sampaikan Khofifah disela deklarasi Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniah Dusun Paramian Desa Taman Kecamatan Sereseh, Sampang, Selasa (27/11/2018).

Di sana, Khofifah bersama jaringan kiai dan santri Sampang mengukuhkan dukungan untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dalam kegiatan itu, Khofifah menyampaikan prihatin atas adanya peristiwa penembakan salah seorang warga Sampang yang merupakan petugas panitia pemungutan suara yang diduga ada kaitannya dengan politik.

“Kalau betul ada kaitannya dengan politik, pastilah kita prihatin bahwa ada yang sampai menjadi korban dan menghilangkan nyawa. Saya berharap ke depan dalam membangun demokrasi tidak ada kekerasan dan ada proses menghormati dengan cara-cara yang dewasa,” kata Khofifah.

Wanita yang juga Ketua Dewan Pengarah JKSN ini meminta pada kepolisian untuk menindaklanuuyi proses penyidikan dan penyelidikan berikutnya. Sehingga kasus ini bisa diusut sampai tuntas.

“Hindari kemungkinan melakukan bullying antar follower kandidat. Dan haruslah komunikasi antar follower kandidat dilakukan dengan cara yang santun dan saling menghormati,” tambah Khofifah.

Ketua Umum PP Muslimat NU ini juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam pada keluarga Subaidi (30), warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang yang ditembak di dada oleh seorang pria, akhirnya meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Kamis (22/11/2018), sekitar pukul 03.55 itu.

Di sisi lain, terkait deklarasi hari ini, Khofifah mengaku bahwa deklarasi lanjutan usai pekan lalu. Terlebih juga banyak warga Sampang yang meminta agar JKSN untuk deklarasi di Sampang.

“Tadi pagi saya ketemu salah satu peneliti yang baru selesai melakukan survei Pilpres di Jatim yang jumlah respondennya signifikan. Dari survei ini, di Sampang junlah undecided voters ada sebanyak 80 persen, mereka yang belum menentukan pilihan di Pilpres,” kata Khofifah.

Maka menurut Khofifah ini adalah peluang untuk menyampaikan kepada masyarakat Sampang tentang siapa calon presiden yang diharapkan JKSN.

“Hadirnya JKSN di Sampang ini akan menjadi penguatan relawan lain. Bagi relawan lain dan Tim Kampanye Daerah maka ini membangun penguatan untuk pemennangan Pak Jokowi di Madura,” ucapnya.

JKSN sendiri menarget bisa mendapatkan suara 80 persen di Sampang khususnya. Dan target ini linier dengan hasil survei di Sampang yang ada 80 prsen masyarakat belum menentukan pilihan.

Baca Juga

Back to top button