Inilah 5 Ancaman Terbesar Manusia di Masa Depan

Abadikini.com, JAKARTA – Apakah ancaman terbesar bagi masa depan manusia saat ini? Senjata nuklir memiliki daya pemusnah yang dahsyat. Sebanyak 4.000 senjata nuklir tidak hanya menghasilkan korban jiwa yang sangat besar, tetapi akan melepaskan 150 teragram asap yang menyebabkan penurunan suhu global sebesar delapan derajat hingga lima tahun ke depan.

Penurunan suhu global akan berimbas pada sulitnya manusia dalam mencari makan. Sebagian besar populasi dunia yang masih hidup akan meninggal dunia karena kelaparan.

Disiarkan di IFL Science, Jumat (2/11/2018), ada beberapa ancaman terbesar untuk masa depan manusia selain senjata nuklir. Pertama, perang biologis dan kimia.

Tidak seperti senjata nuklir, perang biologis dan kimia dapat dikembangkan pada tingkat yang lebih rendah dan didistribusikan dalam berbagai cara di seluruh wilayah. Perang biologis dan kimia biasanya terjadi dengan melepaskan patogen di seluruh dunia. Hal ini akan menyebabkan pandemik atau penyakit yang menyebar di seluruh dunia.

Kedua, bencana perubahan iklim. Kenaikan kurang dari dua derajat saja akan mengintensifkan dan membuat siklon tropis lebih sering, meruntuhkan seluruh ekosistem, memburuknya lahan pertanian, kehilangan sumber air tawar, dan menenggelamkan kota-kota pesisir utama.

Letusan supervulkanik menjadi ancaman ketiga untuk masa depan manusia. Saat ini memang manusia tidak bisa mengantispasi letusan gunung berapi dari beberapa bulan sebelumnya.

Tetapi para ilmuwan terus memantau potensi supervulkanik, seperti Kaldera Yellowstone. Jika letusan itu terjadi, debu dan sulfat akan keluar ke atmosfer dan menyebabkan iklim menjadi dingin sekitar tiga sampai lima derajat celcius selama beberapa tahun.

Empat, kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI). Jika berada di tangan yang salah, AI bisa digunakan untuk mencapai tujuan kompleks yang tidak selalu sejalan dengan kebutuhan kemanusiaan.

Lima, mesin dengan teknologi surya. Teknologi ini memantulkan cahaya dan panas dari matahari kembali ke angkasa menggunakan aerosol atau partikel lain untuk mendinginkan planet ini. Namun, banyak orang tidak benar-benar memahami risiko atau manfaat potensial.

Ini memiliki potensi untuk mendestabilisasi iklam lokal dan global. Jika tiba-tiba dihentikan, maka teknologi tersebut dapat menghasilkan pemanasan global yang cepat dan parah. (arkan.ak/rep)

Baca Juga

Back to top button