Kisruh Bantar Gebang, Warga inginkan Pemprov DKI Jakarta Naikin Kompensasi Uang Bau

Abadikini.com, BEKASI – Warga Kecamatan Bantar Gebang yang terkena dampak bau tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang meminta uang kompensasi bau dinaikkan.

Pemintaan itu menyusul lantaran uang kompensasi bau yang saat ini diterima warga sebesar Rp200 ribu perbulan dianggap terlalu kecil.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya selalu mendengarkan apa yang menjadi permintaan warga, terlebih kata dia dampak yang ditimbulkan TPST Bantargebang memang tidak sebanding dengan apa yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kalau saya memang harus mendengarkan warga, karena saya yang berhadapan langsung, apa yang menjadi keinginan warga saya kelola administrasinya saya sampaikan langsung ke DKI, makanya kalau DKI mau handel semua persoalan yang ada, seperti sarana pendidikan, lingkungan hidupnya bagus, kita sangat welcome,” kata Rahmat di Kantor Pemkot Bekasi, Selasa (23/10/2018).

Terdapat sedikitnya 18 ribu warga yang mendapatkan hak kompensasi bau. Dana diberikan tiga bula sekali sebesar Rp600 ribu secara langsung melalui rekening Bank DKI milik warga.

Warga yang mendapatkan hak kompensasi bau terdapat di tiga kelurahan di Kecamatan Bantargebang Bekasi, tiga kelurahan tersebut yakni Kelurahan Ciketing Udik, Kelurahan Cikiwul dan Kelurahan Sumurbatu.

Sebelumnya, sejumlah warga Bantargebang mengaku ingin uang kompensasi bau dinaikan. Sebab, uang sebesar Rp 200 ribu perbulan dari Pemprov DKI itu dirasa kurang cukup.

saya mau curhat minta uang bau itu dinaikan. Sekarang yang kita dapat Rp 200 ribu tidak cukup, kalau dilihat dari kondisi lapangan yang harus kita derita,” kata Mamat kepada Wartawan, Senin (22/10/2018). (ak/tribunn)

Baca Juga

Back to top button