Kepala Bandara Mali Sambut Baik Usulan Inap Pesawat Trans Nusa di Alor

Abadikini.com, KALABAHI – Kepala Bandar Udara Mali, Wotan ungkapkan pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat penolakan inap pesawat Trans Nusa di Bandara Mali, Alor, NTT. Ia ungkapkan hal ini untuk klarifikasi terhadap pihak Trans Nusa, Jufri Jojana, yang ungkapkan bahwa Kepala Bandara Mali Alor pernah mengeluarkan surat penolakan Inap Pesawat.

“Bahwa sesungguhnya sejak Maret 2018 silam, saya merespon baik usulan dari maskapai Trans Nusa untuk menginapkan pesawatnya di Alor, sebagai upaya untuk membuka jadwal penerbangan baru, yakni penerbangan pertama pagi dari Alor – Kupang, dan sore dari Kupang – Alor,” kata Wotan di ruang kerjanya, Selasa (16/18/2018).

Menurut Wotan, pihaknya pada saat itu langsung melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, pada Maret 2018 silam, baik internal, seperti Airnav, BMKG, dan Trans Nusa, maupun membangun koordinasi ke tingkat pusat. Walaupun menurutnya, tidak mudah untuk mewujudkan rencana baik ini, mengingat permintaan slot time pesawat inap pagi ke Kupang dan kembali ke Alor di luar waktu operasional bandara.

“Slot time yang diajukan untuk pesawat menginap di Alor terbang dari Alor jam 06.30, sementara jam operasional Bandar Udara jam 07.00 pagi, nah selisih setengah jam. Dan buka selisih setengah jam, kalau pesawatnya terbang jam 06.30 pagi, berarti check in harus jam 06.00, atau 05.30, atau jam 05.00 pagi”, tutur Wotan.

Sementara untuk kembalinya, lanjut Wotan, pesawat Trans Nusa baru kembali dari Kupang ke Alor itu jam 16.10 dan tiba di Alor sekitar 17.20. Menurutnya ini juga sudah melebih waktu operasional Bandara yang hanya sampai pukul 16.00.

Terkait jam operasional, menurut Wotan, pihak Bandara Mali mempertimbangkan untuk merevisi jam operasional, karena setelah direvisi akan dipublikasikan oleh direktorat yang bersangkutan melalui AIP (Aeronautical Information Publication), sehingga untuk merubahnya harus diajukan ke pusat.

Lebih lanjut, Wotan menyampaikan bahwa untuk merevisi jam operasional bandara, selain ditentukan oleh pusat, hal ini juga membutuhkan waktu yang lama, serta membutuhkan kajian teknis mendalam.

Selain berbicara tentang inap pesawat, Wotan juga pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya secara kontinyu terus memperjuangkan untuk dibukanya rute – rute baru ke Alor.

“Kita minta supaya penerbangan itu bisa ada rute baru, bisa dari Denpasar langsung Alor, bisa Labuan Bajo Alor, atau Ende – Alor, untuk destinasi wisata langsung ke Alor” ungkapnya.

Menurutnya pembukaan rute baru ini sangat penting mengingat tingginya kunjungan wisatawan ke Alor. Diungkapkan oleh Wotan bahwa saat ini banyak sekali turis yang mau datang ke Alor, namun masih terkendala dengan jadwal dan ketersediaan penerbangan.

Menyinggung pembangunan ruang tunggu baru Bandara Mali, menurut Wotan gedung ini nantinya akan memiliki sejumlah fasilitas layaknya bandara internasional.

Dirinya berharap fasilitas baru ini bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Harapannya kehadiran gedung baru bisa menjawab kebutuhan masyarakat yang notabene, mungkin sementara ini belum kami layani dengan baik”, papar Wotan.

Sementara itu, terkait ruang tunggu yang saat ini ada, menurut Wotan akan dikembangkan menjadi apron atau parkir pesawat, dengan terlebih dahulu mengusulkan untuk penghapusan asset (Gedung) yang akan dirobohkan. (ak.hms.seka)

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close