Bahasa Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi

Abadikini.com, JEDDAH – Eksistensi Bahasa Indonesia kian diminati di Arab Saudi. Bahkan, kelas-kelas pelatihan Bahasa Indonesia terus berkembang karena jumlah pesertanya terus bertambah.

Salah satu bukti tingginya minat terhadap Bahasa Indonesia terlihat dari Program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang digelar oleh Konsulat Jederal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Kelas bahasa Indonesia selalu dipadati warga Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Jeddah dan kota-kota sekitarnya.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin mengatakan jumlah pendaftar yang minat menginguti program BIPA dari tahun ke tahun kian meningkat. Program ini sebelumnya selalu diadakan sekali dalam setahun.

“Biasanya BIPA hanya diselenggarakan sekali dalam setahun selama tiga bulan. Tapi tahun ini kami tambah menjadi dua kali karena banyaknya permintaan masyarakat di sini yang ingin belajar bahasa Indonesia,” ujarnya dilansir dari laman Okezone, Selasa (16/10/2018).

Mohamad Hery mengungkapkan banyak peserta yang beralasan belajar bahasa Indonesia karena bekerja pada muassasah yang melayani jemaah haji dan umrah.

“Sebagian dari mereka mengaku perlu menguasai bahasa Indonesia karena melayani peziarah asal Indonesia di konter-konter imigrasi dan keamanan di bandara. Sebagian lagi mengaku mereka bekerja di sejumlah perusahan importir dan perusahaan yang memasarkan produk Indonesia di Arab Saudi,” ucapnya

Untuk menjawab animo masyarakat, lanjut Hery, KJRI Jeddah kembali mengadakan Program Kursus BIPA gelombang II untuk 2018 yang dibuka secara resmi oleh Konjen RI Senin (15/10/2018).

“Pembukaan Program Kursus BIPA gelombang II diikuti sebanyak 62 peserta berlangsung Senin malam (15/10/2018) waktu setempat di Lobi Utama KJRI Jeddah. Peserta terdiri dari 50 orang warga Saudi, 8 warga negara (WN) Yaman, 1 warga negara Yordania, 1 warga negara Amerika Serikat, dan dua peserta masing-masing berwarga negara Mauritania dan Pakistan,” katanya.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Ahmad Sofyan dalam waktu dua pekan kedepan sebanyak 107 peserta akan mengajukan berkas pendaftaran.

“Berkas pendaftaran itu meliputi formulir yang telah diisi, fotokopi paspor, kartu identitas, pas foto, keterangan tertulis seputar tujuan belajar bahasa Indonesia dan surat izin dari sponsor bagi warga non-Saudi,” ujarnya.

Ahmad Sofyan menambahkan pengajar BIPA gelombang II didatangkan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai hasil upaya kerja sama yang dirintis KJRI Jeddah dengan perguruan tinggi di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut, Konjen Mohammad Hery menyampaikan program kursus BIPA merupakan wujud dukungan Pemerintah Indonesia terhadap visi 2030 Pemerintah Arab Saudi yang salah satunya adalah pengembangan sektor pariwisata sebagai bagian dari kebijakan diversifikasi ekonomi.

“Hal ini juga tentu sejalan dengan penetapan Madinah sebagai Ibu Kota Wisata Islam 2017 dalam pertemuan menteri parisiwata negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) pada tahun 2015 lalu di Niamey, Ibu Kota Nigeria,” jelasnya.

Konjen Hery menambahkan, jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta orang dengan konsentrasi pergerakan mereka di tiga kota yaitu Jeddah, Mekkah dan Madinah.

“Apalagi Pemerintah Saudi mencanangkan destinasi wisata baru di kota-kota lain yang terbuka untuk pengunjung umum, tentu ini akan membawa dampak ekonomi,” pungkasnya.

Program kursus BIPA gelombang II diagendakan akan berlangsung hingga bulan Desember. (ak/okz)

Baca Juga

Back to top button