Masuk Masa Kampanye, PBB Enrekang Usung Tagline Tumbuh Bersama Rakyat Kuat Bersama Umat

Abadikini.com, ENREKANG – Tahapan Pemilu 2019 telah memasuki tahapan masa kampanye, berbeda pada pemilu sebelumnya, pada pemilu kali ini waktu yang diberikan sesuai regulasi yang ada cukup panjang bagi peserta pemilu baik Pemilihan Legislatif (pileg) maupun Pemilihan Presiden (pilpres). Lebih dari enam bulan sampai minggu tenang 14 April 2019 mendatang akan di maksimalkan peserta Pemilu khususnya Partai Politik untuk meraih simpati pemilih demi mendudukkan kadernya sebagai anggota legislatif periode 2019-2024.

Sekretaris DPC PBB Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, Sampe Udin Padanrangi menyatakan, sebagai salah satu peserta pileg 2019 mendatang Partai Bulan Bintang (PBB) Enrekang yang memiliki full kuota 30 caleg siap dan optimis untuk meraih hasil maksimal mendudukkan kadernya sebagai anggota DPRD Enrekang, apalagi dengan komposisi caleg yang cukup potensial dari 3 daerah pemilihan yang ada.

“Dengan komposisi caleg yang pileg kali ini kita sangat optimis, tentunya melihat dari 3 dapil yang ada semua diisi oleh tokoh yang telah memiliki pengalaman panjang di pentas politik enrekang,” kata Sampe Udin kepada Abadikini.com, Senin (24/9/2018).

Sampe Udin menjelaskan, sebagai pengejewantahan (perwujudan) visi misi partai dan slogan DPP, “PBB Bela Islam, Bela Umat, Bela NKRI” untuk PBB Enrekang kita usung tagline “Tumbuh bersama Rakyat, Kuat Bersama Rakya”.

“Itu artinya sebagai parpol kita senantiasa berada ditengah-tengah rakyat guna mendengar dan menyerap aspirasi rakyat untuk disalurkan demi kepentingan bersama sehingga saatnya nanti dengan posisi sebagai jembatan aspirasi rakyat pada saat diberikan kepercayaan sama rakyat,” jelas eks pentolan HPMM ini.

Sampe Udin juga menegaskan kepada 30 calegnya untuk bersosialisasi di tengah masyarakat dengan cara-cara yang bermartabat dan mengedepankan etika politik dan hindari kampanye hitam

“Kader PBB senantiasa diingatkan untuk menghindari kerja-kerja politik mengebiri etika dan norma, hindari cara-cara yang meretakkan perbedaan di tengah umat, dan tentunya pendidikan politik juga sudah pasti harus dilakukan. Perkembangan teknologi media sosial mesti di manfaatkan sebagai salah satu cara untuk sosialisasi, tetapi harus dengan metode yang positif, hindari ujaran kebencian dan fitnah terutama di medsos,” pungkasnya. (ak.siti)

Baca Juga

Back to top button