Djoko Edhi Duga Nama Yusril Ihza di Tukar dengan UAS

Abadikini.com, JAKARTA – Ijtimah Ulama yang dihadiri ratusan Ulama dan cendekiawan muslim itu berjalan lancar dan menggelegar. Bagaimana tidak, Ijtima Ulama itu dihadiri pula oleh petinggi-petinggi partai yg disebut partai keumatan. Dari mulai Prabowo (Gerindra), Amien Rais, Zulkifli Hasan (PAN), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Shohibul Iman dan Salim Segaf Al-Jufri (PKS). Juga Hutomo Mandala Putra/Tomi Soeharto (Partai Berkarya).

Akan tetapi pasca Ijtima Ulama berakhir dan menghasilkan keputusan dengan menetapkan Prabowo Subiato sebagai Capres serta dua nama Cawapres Ustadz Abdul Somad dan Salm Segaf Al-Jufri menimbulkan pertanyaan dan dugaan-dugaan baru.

Seperti pengacara senior yang juga mantan politisi Partai Amanat Nasional Djoko Edhi menduga sangat wajar jika nama Yusril Ihza Mahendra tak masuk dalam rekomendasi capres/cawapres di ijtima ulama karena ada Amin Rais. Bahkan kata Djoko, Nama Yusril di ditukar dengan Ustadz Abdul Somad (UAS).

“Ada amien rais di Itjima itu, mana mungkin Yusril Ihza dipilih. Bahkan namanya ditukar dgn UAS. Amien menurut Yusril beberapa kali mengerjai dia. Saya setuju Yusril, Amien khianat,” ungkap Djoko Edhi di laman twitter pribadinya, Minggu, (29/7/2018).

Sementara itu, bacaleg PDIP yang juga pengacara Habib Rizieq Sihab, Kapitra Ampera menilai hasil keputusan ijtima Ulama yang merekomendasikan Prabowo Subianto berpasangan dengan Salim Segaf Al-Jufri atau Ustaz Abdul Somad sebagai capres dan cawapres 2019 hanya settingan. Menurutnya, keputusan itu sudah direncanakan sebelumnya

“Mereka setting. Jadi menjustifikasi seolah-olah putusan ulama. Jadi koalisi umat harus ikut karena ulama telah memutuskan. Ini trik dan bukan pure (murni) pilihan. Pasti sudah ada pembicaraan dan dibawa kesana. Itu tidak mewakili kita. Itu sudah keinginan mereka deal partai bukan keputusan ulama,” kata Kapitra di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, (29/7/2018).

Ia pun mempertanyakan alasan munculnya nama Salim Segaf menjadi cawapres. Apalagi hasil keputusan ada lima nama rekomendasi capres dan cawapres yaitu Habib Rizieq, Zulkifli Hasan, TGB, Yusril Ihza Mahendra dan Prabowo Subianto.

“Kenapa Habib Salim. Kenapa tidak yang lain,” ungkapnya dengan penuh pertanyaan.

Tak hanya itu pasca putusan ijtima ulama kemarin, Minggu (29/7) sejumlah ulama peserta forum Ijtima Ulama yang digelar di Hotel Menara Peninsula Jakarta, kecewa dengan hasil rekomendasi forum tersebut, yang memunculkan nama Prabowo Subianto sebagai calon presiden pilihan umat untuk berlaga di Pilpres 2019 mendatang.

Kekecewaan itu lantaran dalam kriteria yang dirumuskan, calon harus memiliki kualitas keislaman yang mumpuni. Sementara, sebelumnya Prabowo sendiri telah mengakui bahwa kualitas keislaman dirinya jauh dari baik. Bahkan dirinya mengaku siap mendukung calon yang dikehendaki umat dalam forum tersebut.

“Kami di komisi politik telah merumuskan kriteria umum dan khusus calon pemimpin bangsa. Di antaranya harus muslim yang taat beribadah, dalam arti luas. Dengan tolok ukur menjalankan sholat lima waktu dan kemampuan membaca alquran dan menjadi imam sholat. Itu pedoman kami sebagai peserta dalam mencari sosok pemimpin,” ungkap Saifullah Huda atau yang akrab dipanggil Gus Huda, di lokasi acara, Minggu. (beng.ak)

Topik Berita

Baca Juga

Back to top button
Close