Kasman-Yasin Unggul Telak di Pilkada Donggala

Abadikini.com, DONGGALA – Hari ini, Rabu (27/6/2018), pemungutan suara Pilkada Kabupaten Donggala digelar. Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, Kasman Lassa-Moh. Yasin (SAKAYA) masih diunggulkan memenangi Pilkada yang diikuti empat pasangan calon. Duet Kasman-Yasin pun diprediksi melenggang jadi pemimpin Kabupaten Donggala berikutnya.

Berdasarkan analisa data tim redaksi yang dikompilasi dengan hasil pengamatan lapangan, diprediksi Kasman Lassa bakal mengulang kembali kesuksesan yang diraihnya pada Pilkada Donggala 2013 lalu. Namun kemenangan Pilkada kali ini, kandidat petahana Bupati Donggala itu, tak lagi dinikmati bersama Vera Laruni yang dulunya mendampingi sebagai wakil bupati.

Kemenangan tahun ini diraih dan diperjuangkan Kasman Lassa bersama Moh Yasin, salah satu kader muda terbaik Partai Gerindra saat ini. Moh Yasin adalah mantan Ketua DPRD Donggala periode 2014-2019 yang harus mengundurkan diri karena menjadi kontestan Pilkada.

Pilkada Donggala 2018 yang pemungutan suaranya berlangsung hari ini, Kasman-Yasin (SAKAYA) selama masa persiapan pencalonan hingga berakhir masa kampanye beberapa hari lalu, selalu didampingi oleh Longki Djanggola, Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng yang sudah dua periode menjabat Gubernur Sulteng. Selain memiliki basis pemilih tradisional yang solid, kehadiran dan sokongan penuh dari sosok Longki Djanggola, menjadi satu dari sekian banyak keunggulan pasangan SAKAYA dibanding tiga kandidat lainnya di Pilkada tahun ini.

Tak heran, dan tentulah sangat memungkinkan jika pasangan Kasman Lassa yang kini didampingi Moh Yasin, sangat diyakini bakal kembali memenangi Pilkada Donggala. Mereka sangat diunggulkan di 9 kecamatan dari 16 kecamatan di Kabupaten Donggala. Bahkan pasangan calon yang diusung koalisi besar partai politik ini, dipastikan mampu meraup minimal 38 persen suara sah pemilih. SAKAYA diyakini bisa mengantongi suara sah mencapai 65 ribu lebih. Total pemilih Pilkada Donggala 2018 berdasarkan DPT KPU Donggala sebanyak 198.840 orang.

Prediksi dan analisa tim redaksi tentu saja bukan sekadar prediksi “pepesan kosong” atau isapan jempol belaka. Ada sejumlah faktor penting dan penunjang utama atas klaim keunggulan Kasman Lassa dan Moh Yasin pada Pilkada Donggala tahun ini. Selain itu analisa peta kekuatan basis pemilih, data berdasarkan temuan liputan lapangan yang dilakukan selama dua bulan terakhir, maupun analisa data atas sebaran dukungan, tingkat popularitas dan elektabilitas yang dimiliki masing-masing kandidat dalam perjalanan politik daerah kurun 10 tahun terakhir.

Selain itu, ada faktor penunjang utama, diantaranya posisi Kasman Lassa sebagai kandidat bupati petahana (incumbent) dengan rekam jejak positif dan trend elektabilitas yang terus menanjak menjelang waktu pemungutan suara hari ini. Kasman Lassa punya tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi dibanding tiga kandidat bupati lainnya. Tingkat keterpilihan Kasman Lassa tetap berada pada trend positif di masyarakat Kabupaten Donggala yang tersebar di 167 desa/kelurahan di 16 kecamatan.

Barometer berikutnya adalah, faktor kedekatan emosional antara basis pemilih dengan kandidat bupati petahana, Kasman Lassa maupun Moh Yasin sebagai calon wakil bupatinya dari kalangan politisi muda dengan rekam jejak sangat baik dan prospek karir politik cemerlang di Kabupaten Donggala, juga menjadi faktor penentu dan barometer penilaian maupun analisa di Pilkada tahun ini. Kedekatan emosional inilah yang membentuk basis-basis pemilih tradisional Kasman Lassa maupun Moh Yasin. Basis pemilih tradisional ini tidak akan goyah dan beralih pilihan meski lawan politik Kasman-Yasin terus berusaha membongkar dan mempengaruhi mereka.

Bukan itu saja, barometer klaim atas hasil perolehan suara terbanyak Kasman-Yasin (SAKAYA) juga berasal dari sokongan koalisi partai politik yang dimotori Gerindra, selama ini terlihat solid “menjual” pasangan calonnya. Selain Gerindra yang kini memiliki 4 kursi di DPRD Donggala, ada PKS yang juga pemilkik 4 kursi, Partai Nasdem dan PPP masing-masing punya 2 kursi, PAN dengan satu kursi di DPRD Donggala. Ada pula PPB, meski tak miliki kursi legislatif, partai ini punya basis rill di lapangan.

Realitas sokongan koalisi parpol tersebut, tentu akan berbanding lurus dengan target dan hasil raihan suara pasangan Kasman-Yasin di Pilkada Donggala 2018. Hal itu ditopang oleh semangat besar partai politik menjelang Pemilu 2019 mendatang.

Sokongan Partai Gerindra yang menjadi parpol peraup suara terbanyak di Donggala pada Pemilu 2014 lalu, semakin moncer gerakannya karena kehadiran dan peran figur Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola. Dialah salah satu penyokong utama kekuatan strategi pemenangan Kasman-Yasin (SAKAYA). Longki Djanggola yang dua kali menang Pilkada Sulteng dan kini masih menjabat Gubernur periode kedua, menjadi salah satu tokoh sentral perencana strategi pemenangan, penyeimbang dan penjaga kesolidan tim di balik gerakan pemenangan pasangan Kasman-Yasin (SAKAYA).

Sementara itu, berdasarkan data dan informasi akurat yang dirangkum tim redaksi, tak hanya beberapa faktor utama itu yang menjadi barometer klaim kemenangan SAKAYA di Pilkada Donggala. Melainkan ada sokongan kesiapan strategi dan aplikasi teknisnya, kematangan tim dalam manajemen pemenangan Pilkada, maupun kesiapan logistik yang cukup menunjang jalannya semua strategi pemenangan di lapangan. Dalam tiga hal ini, Kasman-Yasin terbilang masih sangat unggul dibanding tiga pasangan kandidat lainnya.

MENANG DI 9 KECAMATAN

Berdasarkan analisa data yang terverifikasi di lapangan yang dilakukan tim redaksi sepekan terakhir, Kasman-Yasin yang diusung koalisi Partai Gerindra, Nasdem, PPP, PKS, PAN, dan PBB ini, sangat diunggulkan di wilayah barat Kabupaten Donggala. Klaim ini didukung oleh realitas bahwa Kasman Lassa memiliki basis pemilih tradisional di wilayah ini. Mereka dipastikan menang di 9 kecamatan dari 16 kecamatan di Kabupaten Donggala.

Pasangan Kasman-Yasin yang santer dengan julukan SAKAYA bakal mengusai perolehan suara di empat dari lima kecamatan di wilayah barat tersebut. Yakni Banawa dengan jumlah pemilih 22.899 tersebar di 14 kelurahan/desa, kemudian di Kecamatan Banawa Tengah dengan pemilih sebanyak 7.552 di delapan desa, dan Kecamatan Bananawa Selatan dengan jumlah pemilih 17.248 orang, serta Kecamatan Rio Pakava yang dihuni oleh 14.586 pemili di 14 desa.

Di empat kecamatan ini, SAKAYA berpeluang menang telak dengan perolehan suara jauh dari tiga kandidat lain. Pasangan Kasman-Yasin dipastikan mampu meraup suara sah mencapai 26 ribu lebih, atau sekitar 42 persen dari total pemilih berdasarkan DPT KPU Donggala sebanyak 62.285 orang. Sedangkan di Kecamatan Pinembani, Kasman-Yasin bakal keok, dan hanya akan jadi peraih suara terbanyak kedua. Pada Pilkada Donggala 2013 lalu, Kecamatan Pinembani yang berada di wilayah pegunungan itu, menjadi basis suara kandidat bupati Akris Fattah. Kini wilayah itu dikuasai oleh Anita B. Nurdin.

Masih terkait analisa di seputar wilayah “Banawa Bersaudara”, berdasarkan catatan Pilkada di beberapa daerah termasuk di Sulteng, kontestan petahana atau incumbent selalu unggul dalam perolehan suara di ibukota kabupaten. Di pusat aktivitas pemerintahan ini, faktor rekam jejak kepemimpinan maupun cerita-cerita sukses tentang prestasi kerja Kasman Lassa lima tahun terakhir, akan mendominasi pengaruh perolehan suaranya sebagai kandidat calon petahana.

Meski demikian, catatan keberhasilan tersebut tentu dapat diklaim oleh kandidat lainnya. Sebut saja Vera Laruni yang sebelumnya menjadi wakil bupati mendampingi Kasman Lassa. Atau juga oleh Anita B Nurdin selaku kanidat bupati nomor urut 1. Dokter Anita pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan Donggala dan Direktur RSUD Kabelota Donggala.

Meski demikian, yang justru menjadi pesaing terberat Kasman Lassa-Moh Yasin (SAKAYA) di wilayah terdekat ibukota kabupaten ini, justru pasangan Idham Pagaluma-Moh Yasin Latakan. Kandidat nomor urut 4 ini merupakan salah satu kandidat pemilik basis pemilih tradisional di wilayah ini. Ikatan emosioanal kedaerahan dan jaringan kekerabatan menjadi senjata ampuh yang memungkinkan pasangan calon independen ini bisa meraup suara terbanyak kedua di bawah Kasman-Yasin.
Pasangan Anita-Abdul Rahman yang diusung koalisi PDIP dan Partai Hanura ini menjadi peraup suara terbanyak ketiga di wilayah barat Kabupaten Donggala. Sedangkan kandidat dari Partai Golkar dan PKB, Vera Laruni-Taufik M Burhan menjadi peraih suara paling sedikit di wilayah ini.
Sementara itu, di wilayah timur ke arah utara Donggala, terdapat Kecamatan Tanantovea yang memiliki 10.732 pemilih di 10 desa/kelurahan. Kecamatan yang sebagian wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Parigi Moutong itu, masih dikuasai oleh pasangan Kasman-Yasin. Sebagian besar desa di wilayah ini, penduduknya adalah pemilih tradisional Kasman Lassa. Kecamatan ini Kasman-Yasin diyakini menang dengan perolehan 54 persen atau sekitar 5.500 suara sah.

PESISIR PANTAI BARAT

Masuk ke wilayah pesisir Pantai Barat Kabupaten Donggala, dua kecamatan yang wilayahnya terdekat dengan Kota Palu, diprediksi bakal terlepas dari genggaman Kasman-Yasil. Yakni Kecamatan Labuan dan Sindue. Labuan dengan 7 kelurahan/desa memiliki pemilih sebanyak 9.633 orang. Belakangan kecamatan ini dikuasai oleh kandidat nomor 1, Anita-Abdul Rahman.

Salah satu tokoh penting yang melatar belakangi kondisi itu adalah Burhanuddin Yado. Tak lolos menjadi kontestan Pilkada Donggala, pengusaha tambang batu ini memilih memenangkan pasangan Anita-Rahman. Meski begitu, Kasman-Yasin mampu berada di posisi ketiga perolehan suara dibawah Vera Laruni-Taufik (VEGATA). Pasangan Idham-Moh Yasin di posisi ke empat.

Sementara di Kecamatan Sindue yang punya 14.285 pemilih, SAKAYA bakal kalah dan berbagi suara dengan Anita-Rahman. SAKAYA hanya meraup suara 25 persen suara, sedangkan Anita-Rahman meraih 42 persen suara sah. Disusul kandidat VEGATA yang mampu mengantongi 23 persen dan Idham-Moh Yasin dapat 10 persen suara.

Di Kecamatan Sindue Tambusabora dengan jumlah pemilih 8 ribu lebih dan Kecamatan Sindue Tobata dengan jumlah pemilih 6.451 orang, Moh Yasin selaku kader Gerindra menjadi figur paling laris. Dua kecamatan ini menjadi basis utama Moh Yasin meraih kursi DPRD Donggala di Pemilu 2014 lalu. Begitu pula di Kecamatan Sirenja yang terdiri dari 39 desa dengan pemilih mencapai 15.541 orang. Meskipun pasangan SAKAYA menang tipis dengan perolehan 35 persen disusul pasangan Anisa-Rahman dengan perolehan 30 persen. Sedangkan pasangan VEGATA kemungkinan mampu meraup 25 persen hingga 28 persen suara disusul Idham-Moh Yasin yang hanya dapat 7 persen suara.

Sedangkan di Kecamatan Balaesang dengan pemilih 15.803 orang, dan Balaesang Tanjung yang punya pemilih 7.731 orang, menjadi basis utama perolehan suara pasangan Anita-Rahman.
Kandidat nomor 1 ini, diprediksi meraih 45 persen suara. Disusul kandidat nomor urut 3, Vera Laruni-Taufik (Vegata) di posisi kedua dengan raihan 30 persen suara. SAKAYA hanya mampu meraih suara antara 15-18 persen, disusul Idham-Moh Yasin diposisi ke empat.

Hal serupa berlaku di Kecamatan Dampelas yang terdiri 13 desa dengan pemilih sebanyak 21.467 orang. Pasangan Vera-Taufik atau VEGATA justru berpeluang menang di wilayah ini dengan raihan hingga 45 persen atau 8.150 suara sah. Disusul dokter Anita dengan raihan 25 persen atau 5.300 suara, pasangan Kasman-Yasin dapat 22 persen atau 4.500 suara, dan sisanya antara 10-15 persen diambil Idham-Moh Yasin.

Dua kecamatan paling ujung utara, yakni Sojol dan Sojol Utara menjadi wilayah pertarungan ketat tiga kandidat. Kasman-Yasin unggul tipis di Kecamatan Sojol yang memiliki pemilih 16.452 orang. SAKAYA mampu meraih 30 persen atau 4.900 lebih suara sah. Disusul VEGATA dengan raihan 28 persen atau 4.600 suara, Anita-Rahman raup 25 persen 4.100 suara, kandidat nomor urut 4, Idham-Moh Yasin dapat 15 persen suara. Kondisi di Sojol Utara berbalik dikuasai VEGATA dengan raihan 35 persen, disusul SAKAYA, 30 persen, Anita-Rahman 30 persen, dan sisanya diambil oleh Idham-Moh Yasin.

Tingkat partisipasi Pilkada Donggala dipastikan cukup tinggi, yakni mencapai 85 persen lebih. Berarti dari total pemilih berdasarkan DPT sebanyak 198.840 pemilih, terdapat 169 ribu lebih suara yang diperebutkan 4 pasangan calon bupati-wakil bupati Donggala.

Pasangan nomor urut 2, Kasman-Yasin (SAKAYA) dipastikan unggul dengan 38 persen atau 64.220 suara sah dari kemenangan di 9 kecamatan. Disusul pasangan nomor urut 1 Anita B Nurdin-Abdul Rahman dengan raihan suara mencapai 50.700 lebih atau sekitar 30 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 3, Vera Laruni-Taufik Burhan (VEGATA) yang usung Partai Golkar, Hanura dan PKB, hanya meraih 22 persen atau 37.150 suara. Kandidat independen, nomor urut 4, Idham Pagaluma-Moh Yasin Lataka berada di posisi terakhir dengan perolehan 10 persen atau 16.900 suara sah. OTR/ROA/TB/HID/TUR

PEROLEHAN SUARA :
Paslon Nomor Urut 1 : Anita B Nurdin-Abdul Rahman (AR-RAHMAN) : 50.700 (30%)
Paslon Nomor Urut 2 : Kasman Lassa-Moh Yasin (SAKAYA) : 64.220 suara (38%)
Paslon Nomor Urut 3 : Vera Laruni-Taufik M Burhan (VEGATA) : 37.150 suara (22%)
Paslon Nomor Urut 4 : Idham Pagaluma-Moh Yasin Lataka (i’YAMO): 16.200 suara (10%).
Total Perolehan Suara : 169.000 suara sah
Tingkat partisipasi : 85 % (169.000 pemilih)
Total Pemilih berdasarkan DPT : 198.840 orang.

SAKAYA Menang di 9 Kecamatan:
1. Banawa
2. Banawa Tengah
3. Banawa Selatan
4. Rio Pakava
5. Tanantovea
6. Sindue Tombusabora
7. Sindue Tobata
8. Sirenja
9. Sojol

Sumber: SultengRaya

Back to top button