Bandung Merupakan Tempat Band Turtle Jr Jalani Sidang di Pengadilan Musik

Abadikini.com, BANDUNG – Tampil dalam format akustik, band Turtles Jr menutup Pengadilan Musik dengan menyenangkan. Kendati hanya menampilkan dua personel, yaitu Boodfuck (vokal) dan Buux (gitar), tapi penonton yang memadati Kantin Nasion The Panas Dalam Jalan Ambon Kota Bandung cukup puas.

Ada dua nomor yang mengisi repertoar Turtles Jr pada Jumat, (6/4/2018) malam itu. Mereka menyajikan Norma Tua, sebelum akhirnya kemudian memanggil Yoga PHB untuk berkolaborasi. Sentuhan tamtam Yoga PHB memberikan aksen aransemen dangdut pada aksi Turtles Jr di nomor Kuya Ngora.

Tentu saja inti Pengadilan Musik bukan hanya menampilkan aksi band. Akan tetapi, mereka juga harus mempertanggungjawabkan karya yang telah dibuat.

Pada Pengadilan Musik edisi ke-22 itu, Turtles Jr yang juga dihuni Boentar (drum) dan Dohem (bas) menghadapi tuntutan dua jaksa yaitu, Pidi Baiq dan Budi Dalton. Dipimpin hakim Man Jasad, sebagai terdakwa, Turtles Jr didampingi pembela yakni Badick of Filth dan Yoga PHB. Sementara Eddi Brokoli bertindak selaku panitera.

Terbentuk sejak 1992, Turtles Jr merupakan salah satu pioner band punk di Kota Bandung. Sejak solid berdiri, Turtles Jr telah membukukan empat album dan satu album kompilasi kumpulan lagu terbaik. Selama berkarier, nyaris setiap tahun Turtles Jr melakoni sejumlah tur untuk menyapa para penggemar. Tak hanya di sekitar Indonesia, tapi juga mampir ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

Salah satu tur yang telah mereka jalankan adalah Holiday in the Sun Tour pada dua awal 2018. Pada tur ini mereka menyambangi sejumlah titik di Bali, Malaysia, Sumatera Utara, dan Thailand. Di sela tur, Turtles Jr juga merekam gambar untuk videoklip lagu No Bullshit. Di Pengadilan Musik, Boodfuck dkk menghadapi rentetan pertanyaan jaksa, salah satunya terkait tur dan videoklip baru mereka.

Jalannya Sidang

Pertanyaan pertama datang dari Budi yang menanyakan, kenapa namanya harus kura-kura dan apa makna nama tersebut. Vokalis Turtles Jr, Boodfuck menjawab pertanyaan itu dengan santai. Menurut Boodfuck, nama itu datang dari vokalis pertama Turtles Jr, Yoni yang suka menonton film Kura-kura Ninja. Alasan memakai nama itu karena simple dan mudah diingat. “Kura-kura umurnya panjang. Selain itu, sifat hewan ini perlahan tapi pasti,” ungkap Boodfuck.

Belum puas, Budi kembali bertanya, apa definisi musik punk menurut personel Turtles Jr. Pertanyaan ini dijawab Buux yang mengatakan, bagi mereka, punk tidak semata-mata genre musik, tapi menjadi bagian gaya hidup.

“Kami bebas memadukan punk, metal, rock and roll, dan hardcore. Itulah warna musik Turtles Jr,” kata Buux.

Seusai Budi, giliran Pidi yang bertanya. Menurut Pidi, kendati terbentuk pada 1992, kenapa Turtles Jr baru merilis album pertama, Die My Girls pada 1997. Menurut Buux, saat pertama membentuk band mereka belum terpikir untuk rekaman, karena biayanya yang tidak sedikit. Mereka baru bisa rekaman setelah lima tahun tampil dari panggung ke panggung. Setelah Die My Girls, Turtles Jr kemudian merilis This Is F… System (1998), Restart the Punk (2009), Murder (2012), dan The Best of (2015).”Kalian sudah beberapa kali tur, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bagaimana kalian mengatur semuanya,” ujar Budi.

Menurut Buux, selama ini Turtles Jr selalu mengatur semuanya sendiri. Mereka berkomitmen, setiap tahun harus tur. Kebetulan jejaring di sejumlah negara dan kota di Indonesia cukup banyak. Untuk biaya tur, biasanya mereka berjualan merchandise seperti kaus atau album. Begitu pula saat tur Holiday in the Sun, mereka memakai sistem yang mana. “Buat kami menjalani tur itu bisa menambah saudara dan jejaring. Senang bisa bertemu komunitas musik di tempat lain,” ujar Boodfuck.

Setelah merilis videoklip No Bullshit, Turtles Jr akan merilis album baru. Saat ini mereka sudah memiliki enam lagu yang siap direkam. Rencananya, album itu akan berisi 10 materi baru dan dirilis dalam bentuk vinyl. Selain itu, mereka ingin mencicipi tur ke Eropa. (patkay.ak/pr)

Back to top button