Jadi Caleg DPR RI 2019, Artis Rani Permata Resmi Diusung PBB

Abadikini.com, TASIKMALAYA- Artis Ibukota Jakarta Rani Permata, resmi diusung Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi calon legislatif DPR RI 2019 mendatang. Ia diusung untuk daerah pemilihan Jawa Barat XI yang meliputi Kota/Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Sebagai langkah awal, dirinya langsung mengambil formulir pencalonan di DPC PBB Kota Tasikmalaya. Menurutnya, gabung dengan PBB karena ada hubungan emosional saat pilkada dulu, saat Kang Dicky mencalonkan diri jadi Wakil Wali Kota.

“Artinya sudah terjalin sejak lama,”papar Rani saat ditemui di DPC PBB Kota Tasikmalaya, Minggu, (18/3/2018).

Ia mengungkapkan, sebelumnya Ketua DPC PBB, Asep Deni, sempat berharap agar ia menjadi caleg PBB pada pemilu nanti.

“Saat itu, ia bilang mau izin kepada Dicky. Lalu Kata Kang Dicky insya Allah kalau saya (Rani) mau,” terangnya.

Menurutnya,  menjelang pemilu 2019, ada beberapa partai yang menawarinya jadi anggota DPR RI dan DPRD Jawa Barat, namun suaminya belum memberikan izin

“Belum ada izin dari Kang Dicky,” jelasnya.

Namun, saat PBB meminang dan ada dukungan dari masyarakat, suaminya dan anak-anaknya justru memberi izin.

“Kalau DPR RI kan ngantornya di Senayan, kata anak-anak enggak kehilangan mama. Kalau DPRD kan kantornya di Bandung. Untuk itu, Bismillah maju sebagai caleg,” jelasnya.

Rani mengaku merasa tertarik masuk ke parlemen untuk memperjuangkan hak perempuan dan anak. Menurutnya, angka kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seks, kematian ibu dan anak, serta traficking di Tasikmalaya dan Garut cukup tinggi.

“Saya ingin berjuang bersama PBB,” tekadnya.

Sementara, salah seorang mantan timses AADC (Aa Dicky Candra), Rinto mengatakan, pihaknya mendorong Rani untuk jadi caleg karena butuh sosok untuk memperjuangkan harapan warga dan menyampaikannya di Senayan.

“Mudah-mudahan Teh Rani lolos,” ujarnya.

Menurutnya, ada harapan besar buat PBB saat Rani maju sebagai caleg. “Ketika PBB besar dan mudah-mudahan jadi wasilah untuk tegaknya agama dan syariat di Indonesia,” katanya.

Back to top button